Dalam sambutannya, Dedi mengungkapkan semua ilmu berasal dari Allah yang membawa nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan. Bahkan pelajaran matematika sebagai ilmu yang paling islami karena bersifat pasti.
Dedi membeberkan pola pengajaran baru di Kabupaten Purwakarta yang akan mulai diberlakukan pada awal Desember 2016 nanti, yakni belajar baca, tulis, kajian Alquran dan Kitab Kuning bagi pelajar SD dan SMP beragama Islam, juga kitab-kitab lain sesuai dengan agama lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dedi, hal tersebut penting dipelajari sejak dini sebagai landasan dasar pemahaman anak-anak untuk kehidupan yang akan datang. Sehingga kelak mereka menemukan masalah sudah memiliki rujukan.
"Jadi agama itu bukan hanya sekedar katanya, tapi mereka tahu dasarnya. Dan mereka tidak akan mudah menyebut sesuatu hal kafir, musrik kalau sudah punya dasarnya," ucapnya.
Nantinya, kata Dedi, khusus pengajar Quran dan Kitab Kuning bisa diambil dari pesantren-pesantren terdekat. Nantinya para santri yang akan lulus bisa diikutsertakan sebagai tenaga pengajar dalam rangka PKL atau pun bagi mereka yang baru masuk pesantren namun sudah menguasai Quran dan Kitab Kuning bisa diberi gaji dalam bentuk beasiswa.
Sementara itu Lukman Hakim menyambut baik program baru di Kabupaten Purwakarta yang merupakan pertama di Indonesia. Menurutnya pendidikan itu sudah sepatutnya bermuara pada pembentukan karakter dan bukan sekedar akademis semata.
Foto: Istimewa |
Segala bentuk pendidikan, harus dilandasi oleh keimanan seseorang hingga nantinya bisa diamalkan secara baik dan bermanfaat bagi kehidupan yang akan datang juga masyarakat secara luas.
"Kita sangat mengapresiasi dan mendukung penuh," ucap Lukman.
Disinggung soal apakah hal tersebut akan diterapkan secara nasional, Lukman mengaku itu akan dikaji terlebih dahulu dengan melihat hasil pengembangan pola pembelajaran di Kabupaten Purwakarta.
Foto: Istimewa |












































Foto: Istimewa
Foto: Istimewa