Hal tersebut disampaikan oleh jubir tim sukses Ahok-Djarot Miryam Haryani dalam diskusi 'Politik SARA dan Problem Rill Jakarta Dalam Pilgub DKI' di Kedai Kopi Deli, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016). Menurut Miryam, kerja nyata Ahok-Djarot mulai dari pembenahan infrastuktur, menangani banjir dan macet menjadi nilai yang tidak dimiliki calon pesaing mereka.
"Saya rasa yang sudah diberikan Ahok-Djarot sudah memuaskan. Tidak berandai-andai, nanti dan akan tapi sudah dilakukan. Sudah luar biasa kepemimpinan mereka, sudah dikenal, sudah sayang, tinggal ke TPS dan coblos," ujar Miryam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan semua pasangan calon saya kira sama, yaitu memanusiakan DKI. Yang sudah dikerjaan Ahok luar biasa. Pertumbuhan ekonomi DKI naik dari 5,2 persen menjadi 5,6 persen. Pengendalian bahan pokok cukup stabil. Mengatasi banjir sudah dijawab walaupun belum 100 persen tapi dengan adanya pasukan oranye sudah mampu menangi banjir," papar Miryam.
"Sudah manusiawi Ahok-Djarot memperlakukan masyarakat Jakarta. Yang lebih difokuskan sekarang dengan 'kerja, kerja, kerja' itu yang kita nilai, bedah dan kritik. Urusan agama sudah enggak laku sekarang," tegasnya.
Sedangkan soal kritikan masih tingginya kesenjangan sosial di Jakarta, Miryam menganggap hal itu adalah hal yang wajar. Karena Jakarta masih menjadi tempat bagi warga dari berbagai daerah mengadu nasib. Bahkan kata Miryam, pemerintahan Ahok-Djarot sudah memiliki program untuk mengantisipasi para pendatang yang tidak memiliki keterampilan supaya tidak menganggur di Jakarta.
"Kesenjangan ekonomi di Jakarta memang cukup timpang. Dulu orang mimpi di Jakarta cari kerja mudah. Menurut saya, DKI sentris yang buat orang ke Jakarta. Kita sudah seriusi untuk dibenahi, tiap tahun ribuan orang ke Jakarta untuk mencari nafkah," tutur Miryam.
"Sekarang sudah diberikan solusi konkrit. Pendatang diberikan pelatihan kalau tidak ada keahlian dididik dulu oleh pemerintah," tutupnya. (erd/erd)











































