Rano Karno: Kita Terpaksa Harus Ada Poster dan Baliho

Rano Karno: Kita Terpaksa Harus Ada Poster dan Baliho

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 13 Okt 2016 15:48 WIB
Rano Karno: Kita Terpaksa Harus Ada Poster dan Baliho
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Penetapan calon masih belum diumumkan oleh KPUD Banten. Masa kampanye terbuka pun belum dimulai. Tapi, di sepanjang jalan-jalan strategis, di pepohonan, aneka spanduk dan baliho pasangan Cagub-Cawagub Pilkada Banten sudah banyak bertebaran. Perang spanduk terjadi di mana-mana di provinsi Banten.

Menurut Cagub Rano Karno, ada banyak perbedaan memang antara Pilkada Banten dan Jakarta. Di ibu kota, menurutnya ekspose media dan perhatian masyarakat sangat besar. Jadi tidak memerlukan poster atau baliho meskipun belum memasuki masa kampanye.

"Dengan Banten, kita terpaksa harus ada poster dan baliho untuk disosialisasikan," ujar Rano

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, popularitas dirinya sebagai gubernur Banten memang sudah 99%. Apalagi ia maju sebagai petahana. Namun, dirinya mengaku harus juga mensosialisasikan wakilnya, Embay Mulya Syarif di tengah masyarakat Banten.

"Saya ada Pak Embay, beliau harus disosialisasikan. Jadi medianya ya seperti baliho itu. Saya yakin nanti di Jakarta juga begitu, ada nomor (urut), berebut," ujar Rano.

Hal penting menurut Rano yang perlu disampaikan ke masyarakat adalah mengenai Banten yang terlepas dari provinsi rawan dalam penyelenggaraan Pilkada. Menurut Rano, dulu Banten dianggap provinsi rawan konflik. Namun, ternyata begitu Banten menjalankan Pilkada, konflik tersebut tidak pernah terjadi.

Artinya menurut Rano, masyarakat di Banten sudah dewasa dalam berpolitik praktis.

"Dulu dianggap Banten rawan konflik dalam pilkada, tapi sekarang sudah keluar dari provinsi rawan. Terbukti 4 pilkada di sini nggak ada benturan," kata Rano. (bri/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads