Menurut Cagub Rano Karno, ada banyak perbedaan memang antara Pilkada Banten dan Jakarta. Di ibu kota, menurutnya ekspose media dan perhatian masyarakat sangat besar. Jadi tidak memerlukan poster atau baliho meskipun belum memasuki masa kampanye.
"Dengan Banten, kita terpaksa harus ada poster dan baliho untuk disosialisasikan," ujar Rano
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ada Pak Embay, beliau harus disosialisasikan. Jadi medianya ya seperti baliho itu. Saya yakin nanti di Jakarta juga begitu, ada nomor (urut), berebut," ujar Rano.
Hal penting menurut Rano yang perlu disampaikan ke masyarakat adalah mengenai Banten yang terlepas dari provinsi rawan dalam penyelenggaraan Pilkada. Menurut Rano, dulu Banten dianggap provinsi rawan konflik. Namun, ternyata begitu Banten menjalankan Pilkada, konflik tersebut tidak pernah terjadi.
Artinya menurut Rano, masyarakat di Banten sudah dewasa dalam berpolitik praktis.
"Dulu dianggap Banten rawan konflik dalam pilkada, tapi sekarang sudah keluar dari provinsi rawan. Terbukti 4 pilkada di sini nggak ada benturan," kata Rano. (bri/erd)











































