Namun Timses Ahok-Djarot membantah hal itu. Justru petahana sudah membuktikan penyelesaian permasalahan ekonomi untuk warga Jakarta.
"Dari mana mereka meragukan itu? Buka matanya, buka data, lihat, kaji, baru ngomong!" kata Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Miryam S Haryani, saat dikonfirmasi, Kamis (13/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Miryam, angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta mencapai 6 persen pada 2016. Sedangkan target pemerintah juga 6 persen dan diasumsikan pertumbuhan 5,2 persen.
"DKI enggak buruk-buruk amat soal pertumbuhan ekonomi," kata Miryam.
Ketua DPP Partai Hanura ini menyebut harga-harga barang di pasaran dan pasokan barang kebutuhan di Jakarta terbilang stabil. Bahkan lonjakan harga barang kebutuhan pokok saat lebaran juga bisa diatasi dengan cepat.
"Ada pula program Kartu Jakarta Pintar (KJP), pemegang KJP di rusun gratis naik transportasi umum bus Trans Jakarta," lanjut Miryam.
Untuk program transportasi, pemerintahan Ahok-Djarot telah menerapkan subsidi sehingga tarif transportasi umum tak membebani masyarakat, bahkan ada yang gratis. Belum lagi, program untuk pembangunan transportasi juga dijalankan, yakni Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit (LRT), hingga penambahan jumlah bus untuk Trans Jakarta.
"Sedangkan mereka (Anies-Sandi) masih wacana, tebar mimpi, dan prediksi," kata Miryam.
(Baca juga: Tim Anies-Sandi: Persoalan Ekonomi Jakarta Tak Tersentuh oleh Petahana)
Sebelumnya, Juru Bicara Tim Anies-Sandi, Anthony Leong mengatakan bahwa saat ini rakyat mendambakan demokrasi yang sejuk, saling menguatkan dan bukan menghujat. Kemudian dia menyoroti program Ahok belum menyentuk persoalan ekonomi.
"Daripada di sosmed melakukan bullying mending kita suarakan gagasan. Misalkan persoalan ekonomi di Jakarta bagaimana solusinya ke depan karena selama ini tak tersentuh oleh petahana," tambah Anthony. (dnu/fdn)











































