Umat Katolik Dunia Doakan Kesembuhan Sri Paus

Umat Katolik Dunia Doakan Kesembuhan Sri Paus

- detikNews
Jumat, 01 Apr 2005 17:33 WIB
Jakarta - Umat Katolik di seluruh dunia mendoakan Paus Yohanes Paulus II yang kesehatannya terus memburuk. Komunitas Katolik dikejutkan dengan berita bahwa Sri Paus berusia 84 tahun itu telah menerima sakramen terakhir -- ritual terakhir yang diberikan bagi umat Katolik yang mendekati ajal.Misa khusus direncanakan di beberapa negara pada hari Jumat (1/4/2005) ini. Termasuk di Filipina, yang akan mengadakan misi khusus untuk mendoakan kesembuhan Paus. Demikian disampaikan uskup lokal, Kardinal Jaime Sin, pemuka agama Katolik paling berpengaruh di Filipina.Ia mengimbau semua orang untuk mendoakan Paus. "Kita terus berdoa untuk meminta bimbingan Tuhan dan kekuatan dalam waktu sulit ini. Kita terus berdoa untuk Paus," ujar Sin seperti diberitakan AFP, Jumat (1/4/2005).Di Meksiko, para uskup setempat juga mendoakan kesembuhan pemimpin tertinggi gereja Katolik itu. Dalam statemennya, uskup-uskup Meksiko menyatakan bahwa "Paus yang sering bepergian itu saat ini siap untuk menempuh perjalanan yang paling penting dari kepausannya, perjananan menuju rumah Bapak Suci."Juru bicara Vatikan Joaquin Navarro-Valls, sebelumnya mengumumkan bahwa Sri Paus telah menerima sakramen terakhir pada Kamis (31/3/2005) malam waktu setempat setelah mengalami serangan jantung dan shock.Namun setelah mendapat bantuan medis, Paus dalam kondisi "sadar, terjaga dan tenang." Media lokal Italia memberitakan bahwa Paus mengalami koma setelah serangan jantung tersebut. Namun berita ini kemudian langsung dibantah pihak Vatikan. Meski diakui bahwa kondisi Paus "sangat serius", namun Vatikan membantah Paus terbaring koma.Di Australia, umat Katolik juga mengadakan acara doa khusus hari ini untuk Paus. Seorang uskup Australia mengatakan bahwa penyakit terbaru yang diderita Paus saat ini tampaknya akan menjadi akhir hidupnya.Di Cina, pemerintah Beijing menyatakan harapannya agar Paus segera membaik. Namun Beijing mempertegas keinginannya agar Vatikan tidak ikut campur dalam urusan beragama di negeri tersebut. "Kami berharap Paus segera membaik," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Liu Jianchao kepada wartawan di Beijing."Namun mengenai hubungan dengan Vatikan, kami siap membangun hubungan diplomatik dengan Vatikan namun.... Vatikan harus mengingat untuk tidak ikut campur dengan urusan beragama di Cina," tegasnya. Pemerintah Cina memutuskan hubungan diplomatik dengan Vatikan pada tahun 1951. Sejak itu, umat Katolik Cina hanya diizinkan untuk beribadah di gereja yang ditunjuk negara. Bahkan Beijing bersikeras untuk ikut berperan dalam penunjukkan para uskup -- kondisi yang tidak bisa diterima Vatikan. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads