PAN Jateng Minta Hatta Segera Respons Pernyataan Amien

PAN Jateng Minta Hatta Segera Respons Pernyataan Amien

- detikNews
Jumat, 01 Apr 2005 17:05 WIB
Semarang - Sejumlah pengurus PAN Jateng minta Hatta Rajasa untuk segera merespons pernyataan Amien Rais yang tidak merestuinya menjadi Ketua Umum PAN karena hingga saat ini Hatta Rajasa masih menjadi Menteri Perhubungan."Ini menyangkut fatsoen politik PAN. Dia (Hatta) harus segera merespons pernyataan tersebut. Apa dia mau mengundurkan diri dari kabinet karena akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PAN, atau tetap menjadi menteri tapi tidak mencalonkan diri di kongres," kata Ketua DPD PAN Kabupaten Boyolali Thontowi Jauhari ketika ditemui di Kantor DPRD Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Jumat (1/4/2005)Thontowi menyatakan, selama ini Hatta selalu mengembalikan persoalan mundur dan tidaknya pada arena kongres. Hatta beralasan tidak ada ketentuan dalam AD/ART yang membahas masalah itu. Hal itu menunjukkan bahwa Hatta sedang memainkan standar ganda."Bisa saja kalau Hatta terpilih sebagai Ketua Umum PAN, dia mengkondisikan agar peserta kongres tidak merekomendasikan dirinya untuk mundur dari kabinet. Itu berarti dia bisa saja rangkap jabatan," tandasnya.Desakan serupa juag disampaikan Wakil Ketua DPW PAN Jateng Muhson Burhani dan Ketua DPD PAN Kabupaten Tegal, Johan Firdaus. Mereka menilai jika Hatta memang ingin memimpon PAN, maka dia harus menunjukkan etika politik PAN yang baik. "Dia (Hatta) tidak boleh rangkap jabatan," kata Muhson yang juga anggota DPRD Jateng ini.Johan mencontohkan, Ketua Umum PAN Amien Rais pernah mengkritik habis rangkap jabatan Jusuf Kalla. Karena itu, saat ini PAN juga harus konsisten dengan tidak menjadikan kadernya yang mempunyai jabatan publik sebagai Ketua Umum. "Ini persoalan etika politik," tuturnya singkat.Jika mengundurkan diri dari kabinet sebelum kongres PAN berlangsung, baik Thontowi, Muchson maupun Johan memperkirakan, Hatta akan mendapatkan banyak dukungan. Karena hal itu menunjukkan dia lebih memilih PAN daripada jabatan menteri. "Itu sikap gentle. Bisa jadi akan mengundang simpati," demikian Thontowi Jauhari. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads