Jafar mengaku datang karena cucunya belum kembali. Dia ingin memastikan kondisi cucunya baik-baik saja. Namun sayang, dia dan sejumlah orang dilarang masuk ke padepokan oleh polisi.
"Dia (Dimas Kanjeng Taat Pribadi) di Malaysia, tidak dikenal sebagai pengganda uang, melainkan ajaran sesat," kata Jafar di luar padepokan, Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Kamis (14/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: M Rofiq/detikcom |
"Saya tidak tahu benar atau tidak (ajaran Dimas Kanjeng sesat), makanya saya datang ke sini untuk memastikan," tambahnya.
Polisi menyarankan orang yang mencari kerabat untuk datang ke kantor kecamatan setempat. Data di kecamatan, Rabu (11/10), jumlah pengikut yang masih bertahan di padepokan sebanyak 212 orang.
Foto: M Rofiq/detikcom |












































Foto: M Rofiq/detikcom
Foto: M Rofiq/detikcom