Sekjen PPP kubu Djan, Dimyati Natakusumah tak menampik jika dukungan PPP kubu Djan Faridz ke Ahok untuk menarik perhatian Presiden Joko Widodo. Saat Pilpres 2014 silam, Djan berdiri di Koalisi Merah Putih (KMP) yang berseberangan dengan Jokowi.
"Siapa sih yang tak ingin mendapat perhatian Pak Presiden. Munafik namanya," ucap Dimyati saat dihubungi detikcom, Rabu (12/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dimyati, Ahok dan Jokowi merupakan sahabat PPP sejak lama. Ia juga menegaskan, memilih gubernur untuk memimpin ibu kota jangan asal pilih.
"Ini kan memilih gubernur bukan memilih imam masjid atau ketua PPP. Apalagi metropolitan. Kalau perlu PM Singapura jadi gubernur Jakarta supaya tertata rapi, dan tidak macet," tuturnya.
Baca Juga: PPP Djan Dukung Ahok, Lulung Merapat ke Agus-Sylvi
Dukungan ke Ahok itu diberikan karena Ahok diilai sudah teruji. Dimyati menambahkan dukungan Djan Faridz ke Ahok ini bukan kali ini saja namun sudah sejak 5 tahun lalu.
"Kita mendukung itu karena memang Ahok itu sudah teruji. Pak Djan itu mendukung Ahok-Djarot itu dari lima tahun lalu," ucapnya.
"Ini dengan sendirinya meneruskan. Karena Ahok itu kepemimpinannya terlihat. Jakarta kan inginnya teratur. Ahok sudah teruji dan terbukti wajar kalau kita pilih Ahok," lanjut Dimyati.
Kini, Djan sudah menyurati Menkum HAM Yasonna Laoly untuk menganulir kepengurusan PPP Romi. Yasonna masih akan mengkaji permintaan itu. (imk/van)










































