"Selain mengawasi pembongkaran di Pop! Hotel yang dilakukan sendiri oleh pihak hotel, kami juga membongkar 4 rumah semi permanen bangunan milik warga di kawasan Petogogan Kebayoran Baru yang berada di pinggir kali," ujar Kasatpol PP Jaksel, Ujang Harmawan kepada detikcom, Kamis (13/10/2016).
Empat bangunan milik warga di Petogogan ini dibongkar karena pemilik rumah telah pindah dan mendapat kompensasi untuk tinggal di lingkungan baru yang bebas banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembongkaran ini dilakukan pihak Satpol PP dan petugas gabungan dari kecamatan dan unsur dari muspida Mampang dan Kebayoran Baru. Menurutnya aktivitas ini tak akan berhenti di dua wilayah ini, namun akan terus berlanjut di sepanjang aliran Kali Krukut.
"Ada 5 kecamatan dan 15 Kelurahan. Nanti akan diinformasikan lebih lanjut," jelas dia.
Program normalisasi Kali Krukut merupakan rencana gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyusul banjir parah yang melanda kawasan Kemang dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Ahok menargetkan proses normalisasi dengan pembongkaran bagunan yang mengganggu aliran kali akan selesai tahun ini. Pekerjaan untuk pelebaran sungai di Kali Krukut serta trase (tanggul penahan banjir) akan dilakukan pada Oktober ini. Pengerjaan turut menggandeng pihak swasta.
Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan langkah awal normalisasi Kali Krukut dengan membongkar lahan parkir di Hotel Pop! Kemang. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan pembangunan halaman hotel yang luas dan berbatasan dengan sungai sama saja dengan melakukan 'reklamasi'.
"Kita jalan (pembongkaran) hari ini. Kita mulai sikat yang hotel. Halaman yang luas itu yang hotel. Tembok itu kan sama aja reklamasi sungai pelan-pelan. Itu yang saya maksud kayak Ciliwung. Sungainya 60 kok tinggal 10-20. Ya pasti kamu reklamasi toh. Sama kayak hotel, halamannya luas, halamannya hebat benar berbatasan dengan sungai, lebar sekali tanahnya pasti kurukan," kata Ahok (12/10). (rni/imk)











































