Ancaman Bom Gedung Summitmas Tidak Terbukti

Ancaman Bom Gedung Summitmas Tidak Terbukti

- detikNews
Jumat, 01 Apr 2005 16:25 WIB
Jakarta - Gedung Summitmas II kembali diancam bom. Ancaman itu disampaikan seorang perempuan melalui telepon. Tim Gegana Polda Metro Jaya telah melakukan penyisiran dan hasilnya nihil. Seorang resepsionis PT Toyo Sinar Raya Teknik yang berada di lantai 5 gedung itu menerima ancaman bom, Jumat (1/4/2005) pukul 12.45 Wib. Menurut perempuan yang mengancam lewat telepon, gedung akan meledak pada pukul 13.10 Wib. Beberapa menit kemudian, giliran seorang karyawan Summitomo Bank menerima ancaman yang sama. Pengelola gedung tidak ingin mengambil risiko dan segera melapor ke polisi. Pukul 14.22 Wib, Tim Gegana melakukan penyisiran selama 1 jam. Sebelumnya, seluruh karyawan telah diperintahkan keluar gedung. Selanjutnya, pintu gerbang ditutup. Para karyawan itu memenuhi areal Jalan Sudirman sehingga sempat menyebabkan kemacetan di jalur lambat. Penyisiran yang dilakukan Tim Gegana Polda Metro tidak menemukan bom maupun benda yang dicurigai sebagai bom. Setelah Tim Gegana menyatakan aman, pihak keamanan gedung dengan menggunakan pengeras suara meminta karyawan untuk kembali masuk ke ruangan masing-masing, pukul 15.30 Wib. Mereka harus menunjukkan ID karyawan sebelum memasuki gedung yang berlokasi di Jl. Sudirman itu. Selain itu para karyawan harus melewati metal detector. Saat ini, aktivitas di gedung itu sudah normal dan pintu gerbang telah dibuka kembali.Menurut staf pengelola gedung, Juliana Bong, ancaman bom hari ini merupakan yang ketiga dalam pekan ini. "Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengusut siapa pelaku pengancam bom ini yang bisa saja orang yang sama," ujarnya. Sementara, Tri salah seorang karyawan perusahaan yang berkantor di gedung itu mengaku biasa dengan ancaman seperti itu. Pasalnya, ancaman hari ini bukan yang pertama. "Gedung ini sudah sering menerima ancaman bom. Dalam seminggu terakhir sudah 3 kali, termasuk hari ini. Ketika disuruh keluar gedung, saya biasa saja, tidak merasa takut atau panik ketika mendengar ancaman bom," ungkapnya. (rif/)


Berita Terkait