JK Kritik Universitas yang Bersifat Kesukuan

JK Kritik Universitas yang Bersifat Kesukuan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 13 Okt 2016 01:01 WIB
JK Kritik Universitas yang Bersifat Kesukuan
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik soal adanya universitas-universitas di Indonesia yang masih bersifat kesukuan. JK juga menginginkan adanya dosen luar negeri yang mengajar di Indonesia.

"Perguruan tinggi boleh dikatakan sudah sangat kesukuan, kalau Unhas rektornya bukan orang Unhas tidak jadi. Halu Oleo kalau bukan orang Kendari tidak boleh, Unpad mesti orang Sunda-lah rektornya. Yang besar-besar terbuka, Udayana mesti orang Bali. Akhirnya jadi lingkungan yang terbatas," ujar JK dalam sambutannya pada pembukaan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) VIII, di hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016).

JK mengatakan ada beberapa universitas di luar negeri yang melarang rektornya bukan berasal dari alumni universitasnya sendiri. Menurutnya, hal itu dilakukan agar terjadi sinergi berbagai ilmu .

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ilmu demikian terbuka. Sehingga kita juga harus," ucapnya.

Dirinya juga menyarankan adanya dosen luar negeri yang masuk ke Indonesia dan mengajar. Namun JK menyanggah bahwa sarannya itu menunjukkan bahwa dosen Indonesia tidak mampu.

"Tapi perlu penyesuaian diri. Di samping mengirim anak-anak kita keluar negeri. Supaya terjadi perbauran ilmu yang cepat," terangnya. (fiq/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads