Kadal Mirip Ular Lepas di Kompartemen Cargo Garuda Indonesia

Kadal Mirip Ular Lepas di Kompartemen Cargo Garuda Indonesia

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Rabu, 12 Okt 2016 17:30 WIB
Kadal Mirip Ular Lepas di Kompartemen Cargo Garuda Indonesia
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Penumpang maskapai Garuda Indonesia dikejutkan dengan lepasnya seekor kadal yang mirip ular. Kadal tersebut lepas di kompartemen cargo pesawat GA 657 rute Merauke – Jakarta.

Corporate Communications Benny S Butar-Butar menjelaskan informasi yang beredar bahwa ada ular yang lepas di kompartemen cargo adalah bukan ular melainkan seekor kadal. Kadal tersebut tidak memiliki kaki jadi terlihat seperti ular.

"Memang bentuk fisiknya terlihat seperti ular, namun setelah kami lakukan pemeriksaan ulang yang lebih teliti, baik kemasan bagian luar dan dalam, juga dokumen karantina dan bentuk fisik hewan tersebut, ternyata hewan tersebut kadal bukan ular," kata Benny S Butar-Butar dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (12/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kadal ini dalam nama latinnya adalah 'Lialis burtoni' atau legless lizard atau sering disebut kadal tanpa kaki," lanjutnya.

Awalnya, jelas Benny, ada laporan yang menyebutkan pesawat Garuda Indonesia membawa kiriman cargo yang berisi hewan hidup dalam bentuk kotak kayu yang bagian luarnya terdapat lubang udara kecil. Sementara bagian dalam kotak juga dilapisi karung.

Lalu tidak lama kemudian, dilaporkan tiga ekor hewan yang diduga mirip ular kecil lepas dan keluar dari boks cargo. Lalu dengan sigap awak kabin langsung menangkap tiga kadal jinak tersebut dan mengamankannya kembali.

"Sehingga tidak mengganggu operasional penerbangan sama sekali. Begitu mendarat langsung petugas kemanan penerbangan (Avsec), petugas cargo, petugas karantina hewan Bandara Soekarno – Hatta dan awak kabin yang dengan cepat mengeluarkan cargo tersebut dan memeriksa kembali cargo dan bagian kabin," ucap Benny.

"Berdasarkan pemeriksaan yang teliti ternyata bukan ular tetapi kadal jinak. Untuk itu, manajemen Garuda Indonesia memerintahkan untuk dilakukan investigasi secepatnya dan melakukan corrective actions guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali," imbuhnya.

Investigasi ini penting guna memastikan prosedur mana yang terlewati atau bisa saja ada kerusakan dalam pengepakannya. "Sehingga kejadian ini tidak boleh terjadi lagi," tutur Benny.

Benny menegaskan siapa saja yang melewati SOP yang telah ditetapkan akan dikenakan sanksi. Hasil investigasi awal, kemasan dalam boks pengiriman tak sesuai dengan Live Animal Regulation (LAR).

"Di mana seharusnya kawat pelindung di bagian dalam harus memiliki diameter yang lebih kecil. Investigasinya masih terus berlangsung begitu juga siang ini. Pasti ada pengirim yang tidak mematuhi standar kemasan pengiriman, dan petugas yang tidak melakukan multi-check pada barang-barang yang akan diangkut oleh Garuda Indonesia. Garuda Indonesia akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam kecerobohan ini," tutupnya. (yds/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads