"Memang ada sedikit masalah dengan reklamasi pantai. Kalau memang program pemerintah setuju saja," kata Nasikin usai Jawara mendeklarasikan dukungannya pada Ahok-Djarot di Gedung Joang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016).
Nasikin yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Jakarta Utara Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) itu mengaku sejak 2010 panen ikan di wilayahnya memang sudah langka jauh sebelum ada proyek reklamasi digaungkan. Dia pun mengusulkan agar pemprov membangun sentra nelayan di salah satu pulau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengusulkan agar nelayan dilibatkan mendukung proyek reklamasi. Salah satunya dengan menjadikan kapal nelayan sebagai kapal pariwisata.
"Kalau sekarang ikannya sudah susah ditangkap, lebih baik nelayan diajak untuk jadikan pariwisata antar pulau. Kapal-kapal dihias untuk transportasi. Jadi nelayan bisa tetap bekerja," katanya.
Nasikin berpendapat di masa kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta dia melihat banyak progress yang baik. Apalagi ada pembangunan sebanyak 200 rumah bagi nelayan di kampungnya.
"Tadinya saya melihat banyak nelayan kami yang kumuh dan kotor sekarang banyak kampung deret dibangunkan oleh pemda asal bukan jalur hijau. Saya berharap ke depan Pak Ahok-Djarot lebih serius lagi karena masih banyak warga yang belum dapat bantuan," ujar warga Cilincing ini.
"Sekarang kan bantuan pemerintah lebihh nyata, dulu banyak yang tidak tepat sasaran. Sekarang setiap koperasi dapat bantuan operasional dan alat tangkap. Mesin motor perahu per nelayan dapat satu," tutupnya.
Jaringan Swadaya Warga Jakarta (Jawara) mendeklarasikan dukungannya pada pasangan bakal calon gubernur Ahok-Djarot. Mereka menyebut kinerja pasangan petahana tersebut sudah teruji dan minta isu SARA jangan dimainkan dalam pilgub DKI Jakarta 2017-2022. (ams/rvk)











































