Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara terkait kewajiban menghormati ulama tersebut. MUI menyatakan bahwa seluruh umat Islam memang harus memberikan penghormatan tertinggi kepada ulama.
Ketua Bidang Hukum MUI HM Baharun mengungkapkan, setiap orang harus bertutur dan bersikap lebih arif terhadap para alim ulama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Baharun, Nusron harus memahami kultur bangsa Indonesia yang paternalistis. Jangan sampai ada indikasi dirinya menunjukkan sikap yang memberi kesan telah melecehkan agama.
"Secara kultural masyarakat kita ini paternalistis, budaya yang menghargai tokoh, panutan dan ulama. Menurut saya mendiskreditkan wibawa ulama sama dengan melecehkan panutan dan tokoh budaya bangsa sekaligus," ungkapnya. .
Sebelumnya diberitakan Ustaz Yusuf Mansur mengungkapkan kesedihannya. Sambil bercucuran air mata, dia memohon agar anak-anak Indonesia tidak bersikap kurang ajar terhadap ulama. Yusuf mengungkapkan kesedihannya itu lewat akun Instagram-nya, yusufmansurnew, seperti dikutip detikcom, Rabu (12/10/2016) pagi. Dia mengingatkan agar para anak Indonesia tak bertutur kata kasar.
Dikatakan Yusuf, para ulama juga manusia yang tak terlepas dari dosa. Semua orang punya keburukan. Karena itu, anak-anak bangsa dimintanya untuk meniru hal-hal yang positif dari para ulama, sementara yang negatif jangan diikuti. Yusuf mengungkapkan kesedihannya itu sambil bercucuran air mata.
Ungkapan kesedihan Yusuf ini terkait dengan acara debat di sebuah televisi pada Selasa (11/10) malam soal Pilkada DKI Jakarta 2017. Dalam tayangan televisi tersebut, mantan Ketua Timses Ahok, Nusron Wahid, bicara lantang membela cagubnya. Di postingan sebelumnya, Yusuf mengingatkan agar Nusron Wahid tidak bersikap arogan terhadap ulama.
Nusron pun sudah mengklarifikasi. Ia menuturkan dirinya tak pernah melotot kepada para ulama, namun memang begitu gayanya dalam berdiskusi.
"Maturnuwun ustadz Yusuf Mansur. Saya tidak melotot-melotot kepada ulama. Kalau saya ngomong ya memang begini. Saya menghormati ulama, ilmu dan kealiman," kata Nusron saat berbincang dengan detikcom, Rabu (12/10/2016).
Nusron lantas menuturkan dirinya tak bermaksud melotot kepada ulama. Ia hanya mengungkapkan kemarahannya terhadap situasi saat ini, saat pernyataan Ahok soal surat Al Maidah ayat 51 jadi polemik.
"Tapi ya memang beginilah saya dilahirkan dengan wajah seperti ini. Kalau ngomong kelihatan melotot. Tidak ganteng seperti antum. Ya inilah saya memang marah melihat keadaan NKRI yang terganggu dengan pemahaman ayat yang sempit. Sebagaimana kyai dan guru-guru saya juga marah. Semoga antum mahfum. Sebagian kyai dan guru-guru saya juga marah Indonesia diganggu seperti ini," katanya. (wsn/erd)











































