"Jadi berhenti bicara itu tidak baik, yang penting bicara efektif saja. Insya Allah elektabilitas akan kembali naik signifikan. Komunikasi itu bagian penting dari seorang pemimpin. Tetapi tentunya harus hati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menimbulkan pro dan kontra yang berlebihan," kata Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana melalui pesan singkat, Rabu (12/10/2016).
Menurut Dadang, Mega tak melarang total Ahok berbicara kepada media, karena sebagai tokoh publik Ahok bagaimana pun harus berbicara melalui media. Ahok hanya perlu harus lebih bisa mengatur diri dalam berbicara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tentunya seorang Ahok harus terbuka pula dengan media. Apalagi media itu kan pilar demokrasi. Bukan menahan diri, tapi komunikasi diarahkan pada hal-hal yang berhubungan dengan kinerja pemerintahan, tidak usah meladeni black campaign ataupun negative campaign," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, sebelum polemik soal Al Maidah ayat 51, Ahok selalu merespons setiap ditanya soal dinamika Pilgub DKI. Tak jarang ia melontarkan kalimat-kalimat sindiran ke pasangan cagub cawagub DKI lainnya.
Namun kini Ahok mulai ogah-ogahan merespons pertanyaan wartawan. Adalah ketua umum Megawati yang melarang Ahok menjawab pertanyaan wartawan. Padahal polemik Al Maidah 51 bukan karena tanya jawab, tapi pidato Ahok sendiri.
Baca juga: Ketika Megawati Larang Ahok Layani Pertanyaan Wartawan (wsn/miq)










































