Djarot hari ini akan diperiksa sebagai saksi atas tersangka Memi. Memi ialah orang yang diakui Irman Gusman sebagai mitra yang akan menerima kuota distribusi gula impor untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
"(Dirut Bulog diperiksa sebagai) saksi untuk tersangka M (Memi)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Rabu (12/10/2016).
Djarot datang ke Gedung KPK di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 09.30 WIB. Ia mengenakan batik berwarna hitam. Djarot tidak memberikan keterangan ketika masuk ke dalam Gedung KPK.
Sebelumnya, KPK sudah memeriksa Djarot pada Kamis (29/9). Pada saat itu ia diperiksa sebagai saksi atas tersangka Irman Gusman.
Baik Djarot maupun Irman mengakui, telah terjadi komunikasi di antara keduanya. Menurut Irman, ia menghubungi Djarot untuk meminta tambahan distribusi gula ke Sumbar. Intervensi ke pasar ini agar membuat harga gula kembali normal. Menurutnya, ini adalah wujud tugasnya menyampaikan aspirasi.
"Sebagai wakil rakyat di sana karena ada krisis gula menjelang lebaran. Saya mengambil inisiatif karena saya tahu Bulog melakukan operasi supaya harga itu kembali normal kan itu maksudnya," kata Irman di Gedung KPK, Selasa (4/10).
Sementara Djarot mengakui pernah dihubungi oleh Irman Gusman setelah Irman pulang dari Padang. Ketika itu, Irman menyampaikan harga gula di Sumbar yang tinggi.
"Saya benar terima telepon dari Pak Irman. Saya tidak ingat kapan. Beliau bilang setelah saya pulang kampung di Sumbar. Ada Pak Presiden. Sebulan itu dia telepon kalimatnya saya tidak ingat. Yang saya ingat gambaran yang digambarkan. Beliau baru pulang dari Padang. Kedua mengatakan bahwa harga gula mahal sekali, Rp. 16-17 ribu (per kilogram). Beliau mengatakan bisa nggak Bulog bertindak," kata Djarot dalam rapat dengan Tim 10 DPD RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2016).
Djarot pun menyebut dirinya sempat dikenalkan dengan seseorang bernama Memi. Memi ialah istri Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, yang menjadi tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Keempat saya ada kenalan yang mungkin bisa dipercaya. Saya menindaklanjuti meskipun secara rasional saya update. Saya ingat pada saat itu saya punya tugas dari pemerintah baik dari menteri bahkan dari presiden untuk mengamankan harga pangan. Atas telepon itu saya tindaklanjuti. Saya lalu telepon Ibu Memi yang kayanya teman Pak Irman," paparnya.
Irman Gusman yang merupakan Ketua DPD RI telah diberhentikan dari jabatannya itu lantaran terjerat OTT KPK pada Sabtu, 17 September lalu. Dia ditangkap lantaran menerima uang haram sebesar Rp 100 juta dari Xaveriandy.
Uang itu diberikan dengan maksud agar Irman bisa menggunakan pengaruhnya dalam distribusi gula impor di Sumbar. Xaveriandy merupakan Direktur CV Semesta Berjaya yang mendapatkan kuota gula impor dari Bulog di tahun 2016. Dari OTT ini, KPK telah menetapkan 3 tersangka yaitu Irman Gusman, Sutanto dan Memi. (jbr/Hbb)











































