Atasi Isu Tsunami, Pemkot Padang Manfaatkan 514 Masjid
Jumat, 01 Apr 2005 15:31 WIB
Padang - Untuk menenangkan warga yang cemas karena ancaman tsunami, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) akan memanfaatkan sebanyak 514 masjid yang tersebar di kota Padang untuk menyebarkan informasi yang benar mengenai ancaman tersebut. Hal tersebut dilakukan karena semakin banyaknya informasi yang beredar di tengah masyarakat sehingga menimbulkan kecemasan yang berkepanjangan.Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Padang, Fauzi Bahar, ketika dihubungi detikcom via ponselnya, Jumat (1/4/2005). "Saya sudah punya seluruh nomor telepon mesjid tersebut. Bila nanti terjadi hal-hal yang mengkhawatirkan, kita akan segera mengontak masjid-masjid tersebut dan meminta pengurusnya untuk menyebarkan informasinya pada masyarakat," ujarnya.Dikatakan Fauzi, pasca terjadinya gempa berkekuatan 8,2 SR yang mengguncang hampir seluruh Sumatera beberapa waktu lalu, kecemasan warga kota tentangkemungkinan terjadinya gempa susulan dan gelombang Tsunami tak kunjung surut. Tadi malam, bahkan kepanikan kembali melanda sebagiaan warga Kecamatan Koto Tangah Padang karena mendapat informasi yang tidak benar melalui Short Message Service (SMS)."Untuk saat ini, kami berpandangan masjid merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan cepat yang dapat dimanfaatkan sebelum pemerintah kota selesai membangun sistem manajemen bencana yang lebih baik. Kita mengimbau warga untuk tidak langsung percaya pada isu-isu yang beredar," ujar Fauzi.Lebih lanjut, Fauzi mengatakan, dalam pekan ini Pemkot Padang akan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah 5 kabupaten/kota lainnya yang memiliki wilayah di kawasan Pesisir Barat Sumatera, yakni Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan."Kita berharap dari koordinasi itu akan lahir kesepahaman bersama untuk membangun sebuah crisis centre yang memadai dan upaya membeli alat pendeteksi dini tsunami," demikian Fauzi Bahar.Seperti diketahui, Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, pergerakan gempa yang mengarah ke selatan terbukti telah menggerakkan Kepulauan Mentawai dan daerah pesisir Padang beberapa sentimeter ke arah selatan dan timur. Dengan demikian, setelah gempa Nias yang perlu diwaspadai adalah sumber gempa di kawasan Mentawai.Apabila sumber gempa di bawah Kepulauan Mentawai ini bergerak sekaligus, gempa yang dihasilkannya bisa mencapai 9 skala Richter. Gempa sebesar ini berpotensi memicu tsunami besar seperti yang pernah terjadi tahun 1797 dan 1833. Informasi yang banyak diberitakan ini tak ayal membuat masyarakat Sumbar cemas.
(nrl/)











































