Harga Kebutuhan Pokok di Gunung Sitoli Melonjak
Jumat, 01 Apr 2005 15:15 WIB
Gunung Sitoli - Aktivitas perekonomian di Gunung Sitoli, Nias mulai menggeliat. Sejumlah warung kebutuhan pokok mulai buka meski dengan harga yang relatif lebih mahal dari hari biasa. Dari pantauan detikcom, Jumat (1/4/2005), 2 pasar utama yang berada di Jl. Sudirman dan Jl. Diponegoro belum buka. Penyebabnya banyak pedagang yang menjadi korban gempa bumi serta tidak adanya pasokan barang. Sementara, sejumlah warung yang buka berada di kawasan pelabuhan dan beberapa lokasi di pusat kota. Para pedagang itu hanya menghabiskan stok yang ada di warung mereka. Amni Alam (42), seorang pengungsi korban gempa menuturkan dirinya baru saja membeli bahan kebutuhan dengan harga yang cukup mahal. Ia mencontohkan harga ikan yang biasanya Rp 8.000 menjadi Rp 16.000. Harga minyak goreng dari Rp 6.000 menjadi Rp 15.000. Bahan untuk memasak seperti cabe, bawang dan lain-lain masih belum tersedia. Harga rokok juga bergerak naik, bahkan hingga 120 persen dari harga biasa. Air mineral mulai sulit didapatkan di daerah itu. Begitu pula dengan gula dan peralatan mandi. "Harganya memang pada mahal semua, tapi daripada tidak ada lebih baik mahal. Kondisinya memang lagi begini," ujar Amni, warga Jl. Karet yang mengungsi di Jl. Diponegoro karena rumahnya hancur. Saat ini alat transportasi di Gunung Sitoli hanya ojek dengan tarif yang mahal. Untuk sewa sehari, pemilik sepeda motor memasang harga Rp 200.000-Rp 300.000. Sedangkan untuk jarak dekat, pengojek rata-rata meminta imbalan Rp. 50.000.
(rif/)











































