Pimpinan DPR Taufik Kurniawan: Jangan Sentuh Aspek SARA di Pilkada

Pimpinan DPR Taufik Kurniawan: Jangan Sentuh Aspek SARA di Pilkada

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 11 Okt 2016 17:16 WIB
Pimpinan DPR Taufik Kurniawan: Jangan Sentuh Aspek SARA di Pilkada
Taufik Kurniawan (Foto: Indah Mutiara Kami/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta agar unsur SARA dihindari dalam proses Pilkada serentak 2017. Ini menyusul adanya kontroversi dari pernyataan kandidat Gubernur Petahana DKI Basuki T Purnama (Ahok) terkait Surat Al Maidah ayat 51.

"Jangan sampai siapapun nanti pilkada ini ternodai hanya karena masalah perbedaan pandangan, perbedaan pilihan. Jangan sampai menyentuh potensi disintegrasi bangsa. Pemilihan kepala daerah sensifititas dengan isu SARA harus dihindari oleh semua pihak," ungkap Taufik.

Hal tersebut disampaikannya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2016). Taufik mengimbau agar pihak-pihak yang terkait dengan Pilkada untuk berhati-hati dalam memberikan statemen, apalagi menyangkut hal berbau SARA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sama-sama saling menghormati satu sama yang lain tanpa harus menyinggung isu SARA. Kita setuju untuk tidak menyentuh aspek SARA dalam kampanye di manapun itu, dari pilbup ampai pilpres, tidak boleh terjadi," ucapnya.

"Kita berikan kesempatanlah untuk rakyat secara jernih untuk bisa memilih yang terbaik dan dengan apapun proses demokrasi itu jangan sampai terjadi hal-hal yang memiliki potensi disintegrasi bangsa hanya karena menyangkut isu-isu SARA yang tidak bertanggung jawab," imbuh Taufik.

Setelah munculnya banyak protes dan pertentangan, Ahok sendiri sudah meminta maaf dan menyatakan tak bermaksud melakukan penistaan agama. Taufik mengapresiasi langkah kandidat cagub yang diusung oleh PDIP, Golkar, Hanura, dan NasDem itu.

"Tentunya kita, sekiranya ada permintaan maaf dari pak Ahok, kita respon positif. Kedepan ada hal-hal yang kita ambil hikmahnya, secara prinsip memang kita harus menjaga persatuan dan kesatuan," tutur politisi PAN itu.

"Tapi proses hukum maupun proses penyampaian maaf kan itu dua hal yang terpisah. Sekali lagi jngan melakukan aksi provokasi," sambung Taufik.

Seperti diberitakan sebelumnya, ruma dinas Ahok dilempari petasan oleh pria berinisial AF. Peristiwa ini disebut dilakukan sebagai 'teguran' atas pernyataan Ahok soal Surat Al Maidah tersebut.

"Pelaku pengakuannya ingin menegur Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar idak sembarangan memainkan menghina ayat suci," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, Selasa (11/10).

(ear/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads