Rawan Bencana, Perancis Siap Bantu Sumbar Bangun Crisis Centre

Rawan Bencana, Perancis Siap Bantu Sumbar Bangun Crisis Centre

- detikNews
Jumat, 01 Apr 2005 15:15 WIB
Padang - Untuk meminimalisir terjadinya kerusakan yang parah akibat bencana alam -- termasuk gempa -- di Sumatera Barat (Sumbar), pemerintah Perancis menyatakan kesiapannya untuk membantu Sumbar membangun sebuah sarana crisis centre yang memadai.Selain dapat mendeteksi dan mengantisipasi kerusakan akibat tsunami, bantuan peralatan tersebut juga dapat digunakan sebagai pusat pengendalian, pemantauan dan penanganan bencana alam lainnya.Hal tersebut disampaikan oleh Asisten III Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumbar, Daniwar Djalil, ketika ditemui detikcom di kantornya, Jl. Sudirman Padang, Jumat (1/4/2005)."Saat ini pemerintah Sumbar memberi perhatian lebih pada persoalan-persoalan yang terkait dengan tindakan preventif bencana alam. Pihak Perancis sudah menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan peralatan crisis centre. Berapa nilai nominal bantuan tersebut belum kita ketahui," ujarnya.Dikatakan Daniwar, bantuan yang akan diberikan pihak Perancis tersebut antara lain berupa ruang komando, peralatan Komunikasi Trunking Digital, peralatan K3I, sistem informasi penanggulangan bencana, early warning system, data base, dan call centre. "Untuk call centre kita akan gunakan lima line telepon dengan nomor yang gampang diingat," terangnya.Lebih lanjut, Daniwar mengatakan, meski membutuhkan waktu yang cukup lama, tersedianya peralatan tersebut akan mampu meminimalisir terjadinya kerusakan dan korban jiwa akibat berbagai bencana alam."Kita akan dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya Tsunami, gunung meletus, angin topan, banjir, longsor, dan kekeringan. Peralatan itu juga dapat digunakan untuk menangani bencana akibat perbuatan manusia seperti huru-hara, wabah penyakit, dan pencemaran lingkungan," demikian Daniwar Djalil.Sekadar diketahui, Danny Hilman Natawijaya, peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, yakin kepulauan Mentawai yang masuk Sumbar, merupakan sasaran gempa dahsyat berikutnya. Alasannya, kata Danny, di wilayah tersebut sudah lama tidak terjadi gempa, sehingga diyakini telah terjadi penumpukan energi yang sangat besar pada zona subduksi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads