Suminta rela pinjam uang sana-sini untuk diberikan kepada Dimas Kanjeng sebagai uang mahar. Tyarman (69), ayah kandung Suminta mengatakan, Suminta kini memiliki utang Rp 50 juta dari perusahaan tempatnya bekerja.
"Sekarang sertifikat rumah dipegang sama perusahaan tempat dia kerja untuk dijadikan jaminan. Anak saya itu pakai uang perusahaannya Rp 50 juta," kata Tyarman, di Bogor, Selasa (11/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama 3 bulan mobil dibawa, tapi belum dibayar. Bayangkan, berapa biayanya. Minggu pertama sewa mobil itu biayanya Rp 500 ribu per hari. Sekarang itu saya yang nanggung, saya yang harus bayar," kata Tyarman.
Farhan/detikcom |
Selama 4 bulan berada di padepokan Dimas Kanjeng, Suminta juga dinilai telah menelantarkan dan anak-anaknya dan istri yang bernama Siti Robiah. Robiah ditinggalkan Suminta saat kandungannya masih berumur 7 bulan dan dia tidak pernah mendapat uang bulanan untuk keperluan dapur dan biaya anak-anaknya sekolah.
"4 Bulan dia di sana. Lebaran nggak pulang. Saya melahirkan juga dia nggak pulang. Selama di sana juga nggak pernah kirim uang, biaya persalinan juga dibiayai orangtua (mertua)," kata Robiah.
Robiah tidak bekerja sehingga kondisi ekonominya semakin terpuruk. Ironisnya, dua anaknya terpaksa berhenti sekolah karena ia tidak punya uang untuk membiaya mereka.
"Sebelumnya anak saya masih sekolah, satu kelas 3 SMP, satu lagi kelas 5 SD. Sekarang sudah berhenti sekolah. Saya biaya dari mana? Sekolah perlu ongkos setiap hari," tutur Robiah.
Karena itu, Robiah berharap suaminya segera pulang. Suaminya harus bertanggung jawab pada dia dan anak-anaknya.
"Jangankan buat ongkos sekolah anak, buat makan sehari-hari saja susah, dibiayain sama orangtua saya terus. Buat beli susu anak saya dibeliin sama orangtua. Pokoknya intinya itu suami saya harus pulang," ucap Robiah. (nwy/nwy)












































Farhan/detikcom