Ombudsman Sesalkan Perilaku Ketua Pengadilan Agama yang Terjaring Razia Pekat

Ombudsman Sesalkan Perilaku Ketua Pengadilan Agama yang Terjaring Razia Pekat

Rini Friastuti - detikNews
Selasa, 11 Okt 2016 13:21 WIB
Ombudsman Sesalkan Perilaku Ketua Pengadilan Agama yang Terjaring Razia Pekat
Gedung MA di Jalan Medan Merdeka Utara (ari/detikcom)
Jakarta - Seorang hakim perempuan yang juga Ketua Pengadilan Agama di Sumatera Barat, terjaring razia Satpol PP Padang Panjang di kamar hotel bersama orang yang bukan suaminya. Selain kasus integritas, sepertinya kasus selingkuh kerap dialami para penegak hukum, termasuk hakim.

"Memang sekarang ini menjadi pejabat negara, aparat publik itu adalah kerjaan ekstra dan berat. Karena di satu pihak semakin terkontrol keuangan dan juga dari sisi kinerja juga semakin tinggi. Sudah ada indikator kinerja sehingga publik dapat mengawasi dengan berbagai macam cara, sedikit saja salah bisa saja tersiar," kata anggota Ombudsman Republik Indonesia, Adrianus Meliala di sela-sela jumpa pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2016).

"Jadi kata kuncinya pesan dari kami sebagai pejabat publik, hati-hati dengan mulutmu, perilakumu, kantongmu, karena kita diawasi. Kalau tidak mau diawasi jangan jadi pejabat publik, jadi swasta saja karena tidak ada yang mengawasi. Tapi kalau jadi pejabat publik harus siap dikuliti, harus siap diawasi," cetus guru besar Universitas Indonesia (UI) itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Adrianus, proses tersebut akan menjadi proses seleksi alam terhadap kualitas pejabat publik.

"Nah, masalahnya kan ada orang yang kebablasan dan sebagainya. Jadi saya mengambil bukan dari sisi pejabatnya, itulah fenomena pejabat publik di Indonesia yang semakin banyak diawasi. Kemudian dia ternyata memang lepas kendali dan sebagainya menerut saya itu merupakan cara untuk menseleksi secara alamiah," papar Adrianus.

"Kalau ketuanya seperti ini, bagimana dengan aparat di bawahnya?" tanya wartawan.

"Nah itu dia, ketua kan adalah role model. Bagaimana dia bisa menjadi contoh yang baik bagi anak buahnya kalau dia sendiri begitu. Itu makin berat beban bagi seorang pejabat publik," jawab Adrianus.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, razia pekat merupakan hal rutin yang dilakukan oleh jajaran Satpol PP Bukit Tinggi seperti yang digelar hari Minggu (9/10) dini hari lalu. Petugas gabungan TNI dan Polri serta Satpol PP wilayah Kota Bukit Tinggi melakukan razia terhadap pasangan bukan muhrim di tempat penginapan Jalan Ahmad Yani, Kampung Cina.

Kala itu anggota Satpol PP mendapati seorang wanita berinsial ED (49) tengah bersama seorang laki-laki yang bukan suaminya. Belakangan diketahui bila perempuan itu adalah seorang Ketua Pengadilan Agama Padang Panjang, Sumatera Barat.

"Iya itu betul. Nama lengkapnya nggak hapal juga. Data lengkapnya ada di kantor," ujar Syafnir saat berbincang dengan detikcom, Selasa (11/10/2016). (rni/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads