Risma Terbang ke Amerika Selatan, Jadi Pembicara Isu Anak dan Perkotaan

Risma Terbang ke Amerika Selatan, Jadi Pembicara Isu Anak dan Perkotaan

Zaenal Effendi - detikNews
Selasa, 11 Okt 2016 12:51 WIB
Risma Terbang ke Amerika Selatan, Jadi Pembicara Isu Anak dan Perkotaan
Foto: Rois Jajeli/dok detikcom
Surabaya - Kedekatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terhadap anak-anak serta keberhasilannya menangani permasalahan sosial di Kota Pahlawan membuatnya didapuk sebagai pembicara di forum internasional dan organisasi PBB. Selama perjalanan panjang 10 hari, Risma akan menjadi pembicara di beberapa forum organisasi dunia dan PBB.

Dari jadwal perjalanan yang dihimpun detikcom, jadwal Risma pertama menjadi pembicara di Community Forum yang digelar pada Kamis (13/10) oleh United Cities and Local Governments (UCLG) di Bogota, Kolombia dengan tema 'Metropolitan anda Peripheral Cities'.

"Dari Bogota, ibu akan melanjutkan perjalanan ke Quito, Ekuador menghadiri UN Habitat III sebagai peserta sekaligus pembicara di beberapa sesi rapat paralel," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser pada detikcom, Selasa (11/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Quito, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya setelah mengikuti pembukaan UN Habitat III langsung didapuk sebagai pembicara dengan mengusung tema "Regional IMplementation of the New Urban Agenda" yang digelar UNESCAP.

Di sela-sela rapat paralel UN Habitat III, Risma akan menerima penghargaan sebagai alumni terbaik dari The Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS) Rotterdam, Belanda.

Hari kedua UN Habitat III di Quito, Ekuador, Risma kembali menjadi pembicara masing masing dengan tema public space pada sesi pertama dilanjutkan sesi kedua dengan tema anak anak dan pembangunan perkotaan. "Untuk tema kedua, ibu diminta oleh UNICEF berbicara mengenai penanganan masalah anak dan pembangunan di Surabaya yang sekaligus akhir dari kegiatan Bu Wali di UN Habitat," imbuh Fikser.

Usai menjadi pembicara di UN Habitat III akan langsung bertolak ke Surabaya dengan penerbangan sekitar 36 jam dengan rute, Quito-Guayaquil kemudian dilanjutkan penerbangan dari Guayaquil-Amsterdam-Singapura dan Surabaya.

"Diperkirakan ibu akan tiba di Surabaya pada Jumat (21/10) sekitar pukul 21.00 malam," pungkas Fikser. (ze/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads