Berdasarkan pantaun detikcom pada Selasa (11/10/2016), akses jembatan Putrapinggan belum ditutup sepenuhnya. Masih terlihat warga masih beraktifitas melintasi jembatan itu dengan berjalan kaki. Padahal sangat berbahaya.
"Sebenarnya takut, tapi liat orang lain pada lewat, yaudah saya ikutan," kata Kurnaya (60) warga Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran itu saat melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru pertama kali lewat lagi setelah ambles. Ini juga kebetulan mau ke saudara. Biasanya naik motor, tapi sekarang jalan," ujar dia.
Warga Masih Nekat Melintas Jembatan yang Ambles di Pangandaran |
Petugas Lapangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Muhammad Rifki mengatakan seharusnya sudah tidak ada lagi aktifitas di atas jembatan tersebut. Sebab, ia khawatir sewaktu-waktu jembatan itu bisa ambrol.
Menurutnya konstruksi jembatan sudah 80 persen rusak. Sehingga, sambung dia, sangat berbahaya apabila terus- menerus diberikan beban berlebih. Oleh karena itu Ia mengimbau warga untuk tidak lagi melintas.
"Setiap hari kami pantau ada penurunan satu sampai dua centimeter sejak kejadian," ujar dia
Seperti diketahui, Jembatan Putrapinggan merupakan akses utama menuju Pangandaran dari arah Banjar atau sebaliknya. Untuk sementara waktu jembatan darurat (Bailey) akan dipasang untuk menghidupkan kembali akses masyarakat.
Saat ini pembangunan Bailey akan dimulai. Diperkirakan membutuhkan waktu satu minggu untuk membangun Bailey secara keseluruhan. (ern/ern)












































Warga Masih Nekat Melintas Jembatan yang Ambles di Pangandaran