Berdasarkan pantaun detikcom, Selasa (11/10/2016), pekerja tengah sibuk bongkar muat material dari truk ke pinggir jalan menggunakan satu unit crane. Puluhan material baja itu dipindahkan secara perlahan-lahan.
Petugas Pelaksana Kementerian Pekerjaan Umum, Muhammad Rifki mengatakan pengerjaan jembatan darurat ini membutuhkan waktu satu minggu. Bahkan bisa lebih lama tergantung situasi saat pengerjaan berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan pembangunan Bailey bermula dari pemasangan pondasi awal atau tiang pancang. Untuk pondasi awal saja, kata dia, membutuhkan waktu sekitar dua hari.
Menurutnya, pemasangan pondasi awal harus menyesuaikan dengan kondisi kontur tanah sungai Ciputrapinggan yang melintasi jembatan tersebut. Sehingga membutuhkan waktu untuk memastikan tiang pancang kokoh.
"Kendala buat kami itu masalah kontur dasar sungai yang belum kami ketahui. Jadi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dengan kondisi sungai," ucap dia.
Setelah pemasangan tiang pancang, pembangunan dilanjutkan dengan penyusunan badan jembatan. Kemudian disusul dengan pemasangan papan sebagai pijakan sementara kendaraan yang melintas nantinya.
"Bisa selesai dua hari, kalau pondasi awal sudah ada. Itu juga yang mengerjakan lebih dari satu tim dan non stop kerja," tambah dia.
Seperti diketahui, jembatan Putrapinggan ambles tergerus aliran sungai Ciputrapinggan pada Minggu (9/10/2016) malam. Akibatnya akses utama dari Banjar menuju Pangandaran lumpuh total.
Badan jembatan retak pada kedua sisi jembatan. Sehingga membuat bagian tengah jembatan menekuk. Jembatan sudah tidak bisa dilalui kendaraan apapun.
(ern/ern)











































