Jembatan Penghubung Jabar-Jateng di Banjar Ambles, Keretakan Jalan Sudah Sering Terjadi

Jembatan Penghubung Jabar-Jateng di Banjar Ambles, Keretakan Jalan Sudah Sering Terjadi

Masnurdianyah - detikNews
Selasa, 11 Okt 2016 09:25 WIB
Jembatan Penghubung Jabar-Jateng di Banjar Ambles, Keretakan Jalan Sudah Sering Terjadi
Foto: Masnurdiansyah
Banjar - Jembatan yang berada di Jalan Brigjen M Isha kerap mengalami retak setiap kali musim penghujan. Pemerintah biasanya hanya menambal keretakan di jalan nasional itu. Namun kini bukan hanya retak, jembatan yang berada di Desa Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, itu kini ambles hingga terputus akses Jabar-Jateng.

"Kalau sebelumnya kerusakan jalan sudah tiga kali kejadian tapi tidak parah seperti ini. Rusaknya paling parah sekarang," kata Sarda (56) salah satu warga setempat kepada detikcom, selasa (11/10/2016).

Menurut Sarda tahun-tahun sebelumnya keretakan jalan kerap terjadi. Pemerintah hanya menambal keretakan tanpa memperbaiki konstruksi di bawah jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya logikanya saja kenapa ini bisa terputus berarti yang di bawahnya tidak kuat menahan beban di atas karena ditambal lagi. Ini rusaknya hampir semua dari sisi kiri ke kanan habis semua," kata dia.

Warga banyak yang mengeluh dengan kerusakan jalan di Brigjen M. Isha yang putus. Selain kesulitan mengakses air dari bersih dari PDAM, warga sekitar pergi kerja ataupun anak-anak yang sekolah terpaksa harus memutar jauh ke tengah kota.

"Ya kasian seperti anak-anak sekolah kan mereka biasa pakai jalan ini lebih dekat ke sekolahnya, sekarang harus muter dulu masuk ke tengah kota," jelasnya.

Sejak semalam para petugas dari Polresta Banjar dan Sat Pol PP Kota Banjar sudah bersiaga dengan dibantu warga sekitar. Dari jarak 500 meter warga sudah memasang peringatan jika jalan ini tidak bisa dilalui. Arus lalu lintas masih dialihkan menuju jalur Banjar Kota melewati alun-alun. Untuk yang ingin ke arah Tasikmalaya ataupun sebaliknya bisa menggunakan jalur Cimaragas Tasikmalaya. (ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini