Longsor Juga Terjadi di Padalarang, Satu Rumah Warga Rusak Berat

Longsor Juga Terjadi di Padalarang, Satu Rumah Warga Rusak Berat

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 10 Okt 2016 22:51 WIB
Longsor Juga Terjadi di Padalarang, Satu Rumah Warga Rusak Berat
Foto: Longsor di Padalarang (Dok. Polresta Cimahi)
Padalarang - Longsor akibat hujan dengan identitas tinggi juga terjadi di dua titik di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun satu rumah warga rusak berat dan benteng sekolah ambrol.

Laporan pertama pergerakan tanah terjadi di Kampung Kicau, RT 2 RW 2, Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Senin (10/10/2016), sekitar pukul 16.00 WIB. Tebing di lokasi kejadian yang bagian atasnya terdapat aliran sungai irigasi itu longsor menerjang rumah permanen milik Ujang Cahya (50).

"Longsor akibat dari derasnya hujan yang mengakibatkan luapan air irigasi sehingga menimbulakan erosi. Tanah longsor itu setinggi empat meter, lebar empat meter, panjang 15 meter. Satu rumah warga tertimpa longsoran tersebut," kata Kapolresta Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi via pesan singkat.
Longsor (Dok. Polresta Cimahi)Longsor (Dok. Polresta Cimahi)

Material longsor menghantam rumah ukuran 8x12 meter yang dihuni Ujang dan keluarganya. Sejumlah barang berharga hancur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumah seorang warga setempat rusak berat. Tembok kamar dan ruang tamu roboh. Selain itu perabotan rumah tangga rusak tertimpa longsoran dan air. Dua unit sepeda motor rusak akibat tertimpa tembok yang roboh. Korban jiwa nihil, kerugian materi sekitar 75 juta rupiah," kata Ade.

Kejadin kedua longsor berlangsung di RT 4 RW 2, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, sekitar pukul 16.30 WIB. Lokasi tepatnya di SD Sudimampir 2.

"Benteng sekolah mengalami longsor. Tinggi longsorannya lima meter dan lebar 20 meter," kata Ade.

Menurut Ade, penyebab longsor di area tersebut karena derasnya air sungai yang mengikis dasar benteng sekolah. Kondisi material tembok ambrol tersebut menutup selokan.

"Akibatnya sungai meluap sehingga membanjiri permukiman di RW 24. Tidak ada korban jiwa," kata Ade.

(bbn/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads