"Baru masalah-masalah seperti itu (terorisme, narkotika, human trafficking dan arm smuggling). Tapi soal illegal fishing (Interpol) belum banyak masuk," ungkap Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela acara The 2nd International Symposium on Fisheries Crime di Hotel Hyatt, Yogyakarta, Senin (10/10/2016).
Tito memberikan apresiasi yang tinggi karena Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti karena melakukan gebrakan dengan menyatakan perang terhadap illegal fishing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menambahkan, dalam konferensi Interpol di Bali pada bulan November 2016 mendatang, Indonesia menjadi tuan rumah. Sekitar 200 negara akan hadir dalam konferensi itu.
"Ini pertama kali kita jadi host. Mungkin 100 tahun mendatang kita ketemu lagi. Jadi kita akan naikkan isu ini agar menjadi perhatian bagi seluruh Interpol," katanya.
Tito menambahkan dalam memerangi kejahatan perikanan, sudah ada 115 satgas dengan anggota dari berbagai instansi terkait.
"Kita kerjasama, bukan hanya polisi tapi dengan Angkatan Laut, Bakamla, KKP dan lain-lain," ucap dia. (bgs/nwy)











































