"Dari analisa kami sejauh ini, yang masih bertahan di tenda pemondokan padepokan Taat Pribadi, dominasi koordinator dan sub koordinator pengikut saja. Yang jelas para koordinator ini barasal dari sejumlah daerah," jelas Camat Gading, Selamet Hariyadi, saat melakukan sidak di tenda padepokan bersama Kapolres Probolinggo, Senin (10/10/2016).
Menurut Selamet, para koordinator tidak pulang karena merasa takut terhadap pengikut lainnya. Sebab, kalau si koordinator pulang pastiya akan ditagih pencairan mahar oleh ratusan pengikut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pengecekan, tersisa 212 orang, Minggu (9/10/2016) kemarin. Ada 18 pengikut dari Sulawesi dan 1 orang dari Kediri.
Selamet menegaskan, mau tidak mau, semua harus meninggalkan padepokan. Saat ini polisi masih menjaga ketat padepokan. (fat/try)











































