Berdasarkan informasi yang didapat dari BNPB, banjir di Banjar terjadi sejak Minggu (9/10). Adapun permukiman warga yang terendam banjir adalah Desa Belokang, Desa Mulyasari, wilayah Kelurahan Pataruman (45 unit rumah), dan Desa Raharja (55 rumah).
Kemudian longsor juga terjadi pada waktu hampir bersamaan di Kecamatan Patarungan. Akibatnya 11 rumah warga mengalami rusak sedang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sutopo, longsor pada sore hari kemarin juga terjadi di dua titik lain. Yakni di Kampung Warong Batok dan menimbun jalan nasional penghubung antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pihak BPBD Kota Banjar sudah melakukan upaya pembersihan menggunakan alat berat milik PU Bina Marga.
"Saat ini kondisi jalan sudah normal kembali dan dapat dilalui kendaran," ucap Sutopo.
Pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, jalur nasional penghubung Jawa Barat dan Jawa Timur di daerah Purwaharja terputus karena jalan ambles di Blok Katapang. Jalan amblas disebut Sutopo sepanjang 15 meter dengan lebar 16 meter.
"Itu akibat hujan deras dan tersumbatnya aliran sungai oleh sampah sehingga mengikis pondasi jalan. Dua unit rumah teracam (ada 2 KK/5 jiwa). Korban sudah diungsikan ke rumah tetangganya," jelasnya.
"BPBD Kota Banjar sudah berkoordinasi dengan dinas intansi terkait dan direncanakan hari Senin (10/10) akan dilaksanakan rapat koordinasi tentang penanganan bencana oleh Wali Kota Banjar," imbuh Sutopo.
(ear/Hbb)










































