"Penghargaan akan disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan Trade Expo Indonesia ke-31 di Jakarta International Expo Kemayoran," ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Yuli Mumpuni Widarso kepada detikcom di Den Haag, Minggu (9/10/2016).
Ketiga perusahaan tersebut adalah Lipidos Santiga, S.A, Lluch Essence S.L, dan Groupe Seb Iberica, S.A. Masing-masing adalah importir minyak sawit dan turunannya, minyak esensial dan produk pemanas air bertenaga listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data Global Trade Atlas Spanyol 2016, untuk produk minyak sawit dan turunannya, impor Spanyol periode Januari-Juli 2015 sebesar US$ 282 juta dan pada periode sama 2016 mencapai US$ 444,9 juta atau meningkat 57,69%.
Produk ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri Spanyol yang hasilnya juga diekspor. Seperti biodiesel, industri kosmetik, sabun, makanan dan lain-lain.
Sedangkan minyak esensial, impor Spanyol dari Indonesia pada periode Januari-Juli 2015 tercatat US$ 16.118.090. Sebaliknya ekspor Spanyol ke Indonesia dalam bentuk kosmetika sebesar US$ 115.363, dengan demikian Indonesia menikmati surplus sebesar US$ 16.002.727.
Pada periode sama tahun 2016 nilai ekspor minyak esensial Indonesia ke Spanyol turun ke angka US$ 13.843.746 (-14.11%). Sebaliknya ekspor Spanyol ke Indonesia dalam bentuk kosmetika sebesar US$ 116.692. Indonesia masih tetap menikmati surplus senilai US$ 13.727.054.
Adapun produk pemanas air dan boiler listrik pada periode Januari-Juli 2015 impor Spanyol dari Indonesia sebesar US$ 6,9 juta. Pada periode sama tahun 2016 tercatat US$ 15 juta, naik 117,32%.
"KBRI Madrid berharap pemberian Penghargaan Primaduta 2016 tersebut akan semakin mendorong peningkatan volume ekspor produk Indonesia ke Spanyol," tutup Dubes. (es/elz)











































