"Kita ini negara kepulauan sehingga hub-hub harus dipecah semakin banyak. Jakarta dan Denpasar saja sudah tidak bisa menjangkau. Dengan semakin banyak bandara hub tentu daya saing Indonesia juga lebih baik karena penerbangan tidak harus masuk ke Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai saja," kata Budi saat meresmikan 5 penerbangan baru Maskapai Lion Air dari dan menuju Solo serta penetapan Bandara Adi Soemarmo Solo sebagai bandara hub, Minggu (9/10/2016).
Budi menjelaskan bahwa secara alamiah bandara di Jakarta dan di Bali akan menjadi bandara hub. Padahal Solo yang memang berada di titik tengah yang memang layak dijadikan bandara hub sehingga banyak orang yang hendak ke Jawa tidak harus lebih dulu singgah di Jakarta atau Bali. Selain karena akan menghemat biaya juga karena Jakarta dan Bali sudah tidak mampu lagi menampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini Lion Air mulai menambah 5 rute penerbangan langsung dari dan menuju Solo, yaitu Solo - Banjarmasin, Solo - Lombok, Solo - Palangkaraya, Solo - Makassar, Solo - Pontianak, dan mulai pekan depan akan ditambah lagi satu penerbangan dari dan menuju Solo - Denpasar.
Selain itu Solo juga ditetapkan sebagai salah satu bandara pengumpul (hub) bagi penerbangan Lion Air, menyusul Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bandara Djuanda, Bandara Soekarno-Hatta Tangeran yang telah lebih dulu dijadikan bandara hub.
"Solo ini terbuka, strategis dan punya market bagus, slot masih ada, potensi pengembangan juga bagus, serta ada transaksi bisnis besar di sini. Semua faktor itu menjadi pertimbangan kami untuk dijadikan bandara hub. Selain itu juga memudahkan perjalanan karena semakin banyak menghubungkan penerbangan terkoneksi ke daerah lain," ujar Presdir Lion Air Group, Edward Sirait. (mbr/dhn)











































