Agus Yudhoyono: Mengaitkan Ajaran Agama dengan Politik Tidak Tepat

Agus Yudhoyono: Mengaitkan Ajaran Agama dengan Politik Tidak Tepat

Bisma Alief - detikNews
Minggu, 09 Okt 2016 16:33 WIB
Agus Yudhoyono: Mengaitkan Ajaran Agama dengan Politik Tidak Tepat
Foto: Bisma Alief/detikcom
Jakarta - Bakal cagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi pidato Gubernur DKI sekaligus calon petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Pulau Seribu yang menyangkutpautkan surat Al Maidah 51. AHY menyebut perkataan Ahok bisa menyebabkan konflik komunal.

Dalam pidatonya di depan ratusan relawan Jaringan Santri Indonesia (JSI) Jakarta, AHY mengatakan bahwa mengaitkan ajaran agama dengan konten politik sangat tidak tepat dan berbahaya. "Mengaitkan ajaran agama (agama apapun) dengan konten politik, terlebih dalam rangkaian pemilihan Gubernur DKI Jakarta dewasa ini, saya nilai tidak tepat, keluar dari etika dan juga berbagaya," kata AHY di Cikeas Mansion, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/10/2016).

"Kalau terus terjadi, saya khawatir akan menimbulkan permasalahan sosial bahkan konflik komunal yang seharusnya kita cegah," tambah AHY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AHY juga berpendapat sebagai pejabat publik, Ahok harus sensitif bila bicara tentang agama, apalagi bila menyangkut kitab suci dan akidah. Pemimpin, kata Agus, harusnya menjadi contoh dalam ucapan dan perilaku. Dirinya berharap kedepannya, Ahok bisa mengelola isu sara secara bijak.

AHY meminta kepada para pendukungnya untuk bersabar dan tabah, serta tidak terpancing melakukan tindakan yang tidak semestinya. Dirinya mengatakan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Jadi biarkan hukum yang bekerja secara serius, transparan dan bertanggung jawab untuk menyelasaikan aduan kepada Ahok.

"Jika penegak hukum tetap adil dan tidak tebang pilih, serta terbebas dari intervensi kekuasaan, maka keputusannya akan diterima oleh publik," tutur Agus.

"Menurut saya, persoalan ini bukan hanya menyangkut isu hukum semata, tapi juga isu sosial yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Kita percayakan kepada negara dan pemerintah. Saya tetap berasumsi negara hadir dan menyelesaikan setiap persoalan dengan bijak, adil dan bertanggung jawab," tutupnya. (erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads