"Kami berharap kepolisian terus melakukan penyidikan dan memproses 'nakhoda' perahu yang tidak sesuai standar dalam menjalankan perahu tanpa pengaman dan melebihi muatan," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai melepas satu jenazah korban di kamar jenazah RSU dr Soetomo, Minggu (9/10/2016).
Ia juga berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat sebagai pengguna jasa agar ikut aktif dengan mengingatkan kepada pemilik perahu jika dalam melaksanakan pekerjaannya bisa membahayakan keselamatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Jumat (7/10) sebanyak 25 santri Pondok Pesantren Langitan menaiki perahu untuk menyeberang Sungai Bengawan Solo untuk pergi belanja ke Pasar Babat, Lamongan. Belum sampai, tiba tiba perahu miring diduga kelebihan muatan. 18 santri berhasil menyelamatkan diri, 7 lainnya tenggelam. Ke 7 nya berhasil ditemukan sehari setelah tim gabungan melakukan pencarian. (ega/ega)











































