"Informasi dari BNNP Sumbar, sedang ada tim gabungan antara BNNP dengan Polda Sumbar, akan dilakukan penyelidikan," kata Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi saat dihubungi detikcom, Minggu (9/10/2016).
Dalam pembuktian ini, petugas gabungan akan melihat bagaimana fakta dan bukti yang ditemukan. Petugas juga akan mengkonfirmasi ke dua orang yang ada di video itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tergantung dari fakta dan buktinya, kita tidak bisa memaksakan, apakah dia pengguna saja, atau penyalah guna atau yang lainnya," sambungnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh BNN, lanjut Slamet, video yang beredar itu sudah lama dibuat.
"Apalagi yang kita dengar pembuatannya sudah lama. Kurang tahu saya (tahun berapa tepatnya)" tuturnya.
Slamet menjelaskan, BNN pusat belum akan mengirim tim ke Sumatera Barat untuk membantu penyelidikan. Namun, lanjutnya, pihaknya akan turun tangan jika BNNP Sumbar membutuhkan bantuan BNN pusat.
"Kalau hukum enggak bisa menjangkau, maka akan bermasalah dengan etis, akan bermasalah dengan etikanya, tentu akan mencoreng partainya," urainya. (idh/fjp)











































