Terpilih Jadi Sekjen PDIP, Pramono Anung Mundur dari DPR
Jumat, 01 Apr 2005 13:44 WIB
Kuta -
Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung menyatakan akan mengundurkan diri dari DPR, dan memilih berkonsentrasi mengelola partai. "Saya sudah berjanji pada diri sendiri bila bersedia menjadi sekjen, saya akan mengundurkan diri dari DPR," kata Sekjen PDIP Pramono Anung kepada wartawan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (1/4/2005).Pernyataan Pram tersebut sekaligus membenarkan rumor yang selama beredar, bahwa siapapun yang akan terpilih menjadi sekjen akan diminta mundur dari berbagai jabatan dan diminta konsentrasi di partai. Mengenai kepengurusan dulu yang tidak perlu ada yang mundur, Pram menyatakan tidak ingin membandingkan dengan kepengurusan lalu. "Ini keinginan pribadi supaya saya bisa murni menjadi pekerja partai dan PDIP lebih total foot ball," tambahnya.Ketika ditanya apakah akan menghimbau pengurus lainnya agar mundur karena banyak yang menjadi anggota DPR? Pram langsung tegas menjawab, "Tidak. Saya tidak mau menghimbau yang lain karena yang paling penting posisi sekjen. Jadi saya mulai dari diri sendiri saja," tambahnya.Mengenai program ke depan sebagai sekjen, Pram ingin DPP mempunyai manajemen yag lebih transparan dan tidak mau memutuskan kebijakan secara tertutup. " Semua akan terbuka. Selama ini ada tiga hal yang menimbulkan gejolak internal partai. Yaitu pemilihan legislatif, pilkada dan pemilihan pimpinan DPP dan cabang. Agar tiga hal tersebut berlangsung baik, digunakan transparansi," tambahnya.Kalau dulu, lanjut Pram, pemilihan Pilkada dan ketua cabang sangat tergantung DPP. Sekarang semua keputusan akan melibatkan cabang dan daerah. Program berikutnya sebagai partai oposisi, kita ingin PDIP menjadi partai alternatif bangsa ini. Karena itu, di struktur yang baru ada bidang eksternal. "Ini mirip kabinet bayangan," tambah Pram.
(jon/)










































