"Meski Beliau mengaku tidak sejalan dengan Ahok, tapi kalau DPP sudah memutuskan, dia mau menghormati dan mengikuti apapun keputusan DPP. Di akhir kalimat menyatakan akan tetap loyal apapun keputusan DPP," ujar Djan saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/10/2016) malam.
Djan mengatakan dukungan terhadap Ahok sudah dikomunikasikan dalam silaturahmi nasional yang dihadiri seluruh pengurus DPW PPP se-Indonesia. Saat itu memang ada pro dan kontra terkait dukungan terhadap Ahok. Namun pada akhirnya, DPW menurut Djan bulat menyatakan dukungan terhadap Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pulang dari situ mereka menyatakan sesuatu yang berbeda, itu hak mereka. Pada saat mereka hadir dalam Silatnas dan menandatangani absensi dan suara mereka saya dengarkan dengan baik, cukup begitu. persetujuan sudah selesai. Jadi saya nggak yakin bahwa ada suara-suara yang berbeda dengan DPP, kita partai Islam patuh pada pimpinan," sambungnya.
Penegasan ini disampaikan Djan terkait penolakan oleh kepengurusan Surakarta. Bagi Djan penolakan itu reaksi sesaat. "Nanti saya telepon satu-satu kalau ada yang bilang menolak. Kan sudah kesepakatan bersama. Ini masalah Jakarta bukan masalah wilayah lain tapi wilayah lain kita undang kita libatkan," imbuh dia.
Dukung Total Ahok Setelah Teken Kontrak Politik
Djan menegaskan partainya akan menggerakan seluruh jaringan partai setelah Ahok meneken kontrak politik. Djan mensyaratkan Ahok berkomitmen terhadap keberpihakan terhadap umat Islam.
"Kalau dia mau bersepakat kita all out untuk Beliau. Kita akan menjembatani Beliau untuk menjadi pemenang karena saya percaya sama Ahok," sambungnya.
Keberpihakan Ahok terhadap umat muslim menurut Djan sudah dibuktikan dengan sejumlah program yang diinisiasi pada masa kepemimpinan Ahok. Ada program umrah bagi marbot (penjaga) masjid dan imam masjid termasuk program perbaikan masjid.
"Beliau punya program rutin menganggarkan perbaikan masjid dan musala . Beliau juga bercita-cita agar anak usia 12 tahun sudah hafal Alquran. Beliau juga menjadikan Islamic Center di Tanjung Priok sebagai pusat syiar karena sekelilingnya dibikin pondok. Apa ada yang tahu? kan nggak ada yang pernah cerita. Saya sudah cek, ini betul enggak bohong," kata Djan.
(fdn/erd)











































