Budi tiba di lokasi acara pukul 07.00 WIB dan langsung melakukan senam bersama masyarakat. Setelah senam Budi memberikan pernyataan seputar sampah ke masyarakat yang hadir.
"Jadi Kagama DKI ini adalah suatu perkumpulan keluarga alumni Gajah Mada yang mengkoordinir semua kegiatan yang ada di Jakarta dan Jabodetabek. Nah kegiatan-kegiatannya adalah memberikan ruang bagi teman-teman kagama untuk saling bersilahturahmi dan share segala sesuatunya untuk masyarakat. Nah oleh karenanya hari ini mbak Mei (Ketua Kagama DKI) mengadakan peduli sampah. Tapi mengajak orang peduli sampah kan nggak boleh langsung, ngajak senam, dengan kuis, dan sebagainya," jelas Budi usai acara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memang mengharapkan ini kegiatan yang memboming, dan saya meminta jangan sekedar mungutin sampah, tapi juga berkerjasama dengan komunitas yang mengelola kompos atau melakukan suatu kegiatan sampah. Inisiasinya juga ilmiah juga gitu, kan mereka dari keluarga universitas, jadi kalau cuma mungutin tahapan pertama, tahap kedua membuat kompos, tahap ketiga membuat seminar dan sebagainya," jelasnya.
Ketua Kagama DKI, Meinawarti, mengatakan banyaknya, jumlah sampah di DKI membuat Kagama melakukan sosialisasi ini. Sosialisasi ini dilakukan diantaranya dengan menjelaskan perbedaan jenis-jenis sampah ke masyarakat.
"Sampah di DKI ini kan sangat banyak ya, jadi kita perlu menjelaskan ke masyarakat apa itu sampah organik, sampah un-organik, non organik, dan sebagainya. Pemerintah kan sudah menyediakan tiga jenis tong-tong sampah, nah kalau masyarakat membuatnya itu tidak tertib, nanti petugas akan susah memilahnya," jelasnya. (rvk/rvk)











































