Menolak Dukung Ahok, Lulung Ditawari Masuk PKB

Menolak Dukung Ahok, Lulung Ditawari Masuk PKB

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 08 Okt 2016 15:18 WIB
Menolak Dukung Ahok, Lulung Ditawari Masuk PKB
Lulung. Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Politisi PPP Abraham 'Lulung' Lunggana tampaknya saat ini berada di posisi terjepit di partainya. PKB pun menawarkan agar Lulung keluar dari partainya dan bergabung ke mereka.

Lulung selama ini loyal kepada PPP kubu Djan Faridz. Namun ternyata, kubu Djan mendeklarasikan dukungan untuk bakal cagub petahana DKI Basuki T Purnama (Ahok), pihak yang selama ini selalu ditentangnya.

Meski menjabat sebagai Ketua DPW PPP DKI kubu Djan, Lulung menolak mendukung Ahok. Padahal selama ini ia setia kepada Djan dan menolak mengakui PPP pimpinan Romahurmuziy (Romi). Kini Lulung seperti maju mundur kena di PPP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu haknya Lulung dan sepenuhnya urusan internal PPP. Tapi selama ini Ketua DPW PKB DKI selalu memuji Lulung," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan kepada detikcom, Sabtu (8/10/2016).

Lulung sempat sesumbar akan keluar dari PPP jika kubu Djan Faridz mendukung Ahok. Daniel menyarankan agar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu tetap setia mengabdi di PPP.

"Tapi kalau sampai terpaksa harus keluar karena merasa maju kena mundur kena, Lulung enggak perlu bingung. Gabung saja ke PKB," ujarnya.

"Selama ini Lulung memang sahabat baiknya PKB. Apalagi masih sesama keluarga besar NU," lanjut Daniel.

PKB pun berjanji akan memberikan keistimewaan untuk Lulung. Jabatan pun, kata Daniel, akan disiapkan untuk Lulung di partai pimpinan Muhaimin Iskandar tersebut.

"PKB akan memberi tempat dan posisi terhormat untuk Lulung agar tetap bisa mengabdi untuk warga NU dan DKI," janji Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Seperti diketahui, Lulung sudah tegas menyatakan menolak mendukung Ahok. Namun ia belum memastikan apakah akan mendukung Agus Harimurti-Sylviana Murni, pasangan yang diusung PPP kubu Romi.

Walau sempat menyatakan akan mundur dari PPP jika kubu Djan mendukung Ahok, Lulung mengaku belum ingin mundur. Ia meminta pimpinan pusat yang harus mengikutinya.

"Kalau begini DPP yang harus menghormati keputusan saya. Kamu Haji Lulung yang seperti masyarakat luas tahu memang kontroversi dengan Ahok. Kami juga harus mengambil keputusan tidak mendukung Ahok," tegas Lulung, Sabtu (8/10).
Halaman 2 dari 2
(elz/bag)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini