Soal Ucapan Ahok Terkait Surat Al Maidah, Mpok Sylvi: Lihat dengan Kepala Dingin

Soal Ucapan Ahok Terkait Surat Al Maidah, Mpok Sylvi: Lihat dengan Kepala Dingin

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Sabtu, 08 Okt 2016 13:23 WIB
Soal Ucapan Ahok Terkait Surat Al Maidah, Mpok Sylvi: Lihat dengan Kepala Dingin
Foto: Yudhistira AS
Jakarta - Polemik pernyataan bakal calon gubernur DKI petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok) soal surat Al Maidah ayat 51 terus bergulir. Beberapa orang ada yang pro dan ada yang kontra dengan pernyataan Ahok.

Menanggapi hal itu, bakal calon wakil gubernur Sylviana Murni meminta masyarakat harus melihat video tersebut dengan kepala dingin. Mpok Sylvi pun meminta agar mengedepankan akidah.

"Kita harus melihatnya dengan kepala dingin. Artinya kita kan punya akidah, kita punya keyakinan," kata Sylviana Murni di lapangan dekat Kompleks Kostrad, Tanah Kusir, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biar lah kalau misalnya nanti saya yakin banyak orang yang akan berbuat lebih banyak dan saya pasti akan mendoakan semoga mereka insyaf," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Politisi Golkar Nusron Wahid memberi pembelaan untuk Gubernur Petahana Basuki T Purnama (Ahok). Ini terkait pernyataannya di Kepulauan Seribu terkait surat Al Maidah ayat 51.

"Yang ada justru Ahok memberikan edukasi kepada rakyat agar memilih secara cerdas. Ahok mengedukasi warga agar jangan mau dibohongi oleh orang yang mempolitisasi agama dalam hal ini dengan menggunakan ayat al-Qur'an surat Al Maidah," ungkap Nusron dalam keterangannya, Jumat (7/10/2016).

Sempat beredar pidato Ahok di bagian tengahnya yang menyinggung Pilgub DKI di mana Ahok menyebut tak masalah jika warga tak memilihnya sebagai cagub. Salah satunya disebut Ahok dibohongi pakai Surat Al Midah ayat 51.

"Jadi, yang dituju atau dimaksud Ahok adalah orang yang membohongi. Bukan berarti ayat al-Maidah yang bohong. Justru Ahok menempatkan ayat suci secara sakral dan adiluhung. Bukan alat agitasi, dan kampanye yang mendeskreditkan," lanjut pria yang juga Kepala BNP2TKI ini.

(yds/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads