Korut Masih Tunggu Permintaan Maaf AS Soal 'Pelopor Tirani'

Korut Masih Tunggu Permintaan Maaf AS Soal 'Pelopor Tirani'

- detikNews
Jumat, 01 Apr 2005 13:10 WIB
Jakarta - Pemerintah Korea Utara (Korut) masih menunggu permintaan maaf dari pemerintah Amerika Serikat karena telah menyebut negeri komunis itu "pelopor tirani". Permohonan maaf itu merupakan persyaratan yang harus dipenuhi Washington sebelum Korut kembali ke meja perundingan guna menyelesaikan isu nuklirnya.Demikian diungkapkan seorang pejabat senior Korut seperti dilaporkan kantor berita resmi Korut, KCNA, dan dilansir Associated Press, Jumat (1/4/2005).Pejabat tersebut menegaskan bahwa Korut ingin diperlakukan sama dalam pembicaraan enam negara soal isu nuklir. Alasannya, karena sekarang Korut telah mengakui memiliki senjata nuklir. AS juga didesak untuk menghapuskan semua ancaman nuklirnya di wilayah tersebut."Sekarang karena kami telah menjadi kekuatan nuklir, pembicaraan enam negara harus menjadi pembicaraan perlucutan senjata di mana para partisipan bisa menyelesaikan isu ini atas basis kesamaan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut yang tidak disebutkan identitasnya.Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Condoleezza Rice menyebut Korut sebagai salah satu "pelopor tirani" di dunia. Namun dalam kunjungan ke Asia bulan lalu, Rice menjuluki Korut sebagai negara berdaulat -- sebuah komentar yang menurut para pengamat merupakan upaya untuk memperlunak pernyataan Rice terdahulu. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini