"Kepemimpinannya di Jakarta tidak menggunakan azaz kepatutan, etika, yang dilihat apa ya kebijakannya. Soal reklamasi, itu tidak sejalan (dengan saya)," ujar Haji Lulung itu saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (8/10/2016).
Haji Lulung mengaku loyal dan setia pada apapun keputusan DPP PPP. Namun sejak Djan Faridz mendeklarasikan dukungannya untuk Ahok dia memilih mengambil jalan yang berbeda. Lulung menolak tunduk pada Djan Faridz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Ahok dan Haji Lulung memang 'tidak akur'. Tak jarang mereka saling melempar statement tajam di depan publik. Apalagi sebelumnya Haji Lulung sudah berikrar jika tidak dicalonkan partai politik, maka Lulung akan mendukung siapapun calon yang akan melawan Ahok.
"Kalau saya begini, yang penting jangan Ahok. Tegas tuh saya. Pokoknya saya siap maju, siap tidak maju. Siap tidak dicalonkan kalau ada yang lebih kompeten, itu saya komit," ungkap Lulung di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakpus, Selasa (10/5/2016).
(ams/Hbb)











































