Demikian disampaikan Komandan Satgas Udara Karhutla, Marsma Henri Alfiandi, kepada detikcom, Jumat (7/10/2016). Henri menjelaskan, sejak pagi tim Satgas Udara sudah melakukan water bombing di Desa Rimbo Panjang, Kab Kampar Riau yang terbakar.
"Bambi Bucket terpaksa dilepas pilot heli Sikorsky karena saat itu ada angin kencang. Sedangkan bambi bucket berisikan 4 ton air. Keputusan pilot sudah tepat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Henri yang juga Komandan Lanud Roesmin Nurjadin itu.
Foto: Dok Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan |
Dia menjelaskan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.07 WIB. Pelaksanaan operasi water bombing sudah dilakukan sejak pukul 08.22 WIB. Saat itu sudah ada 50 kali heli melakukan water bombing di lahan yang terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah pilot mengetahui letak jatuhnya bambi bucket, lanjut Henri, pilot asal Rusia itu memutuskan untuk mendarat. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada korban di sekitar jatuhnya bambi bucket.
Foto: Dok Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan |
"Setelah mendapat info dari tim darat yang ada di lokasi pemadaman, bambi bucket dalam keadaan aman dan tidak ada korban di lokasi," kata Henri.
Selanjutnya, kata Henri, pilot memutuskan kembali ke home base di Lanud Roesmin Nurjadin untuk melaksanakan evaluasi bersama tim Satgas.
"Bersamaan dengan waktu kembalinya heli ke Lanud, satu tim evakuasi darat dari Lanud Roesmin Nurjadin berangkat menuju ke lokasi jatuhnya bambi bucket untuk recovery di lokasi. Dan saat ini tim kita masih di lokasi," kata Henri.
Foto: Dok Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan |
"Sementara misi water bombing heli hari ini kita hentikan untuk lanjut pengecekan secara keseluruhan sesuai prosedur keselamatan terbang dan kerja yang berlaku di Satgas Udara," tutup Henri. (cha/try)












































Foto: Dok Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan
Foto: Dok Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan
Foto: Dok Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan