Dugaan tersebut muncul setelah ada pesan berantai yang disebut bersumber dari Polda Jatim yang menyebutkan puluhan nama warga Jawa Barat yang bertahan di padepokan Dimas Kanjeng. Ada nama Rukayah dalam daftar yang tersebar itu.
detikcom pun menelusuri kediaman Rukayah sesuai dengan yang tertera dalam pesan berantai tersebut. Alamat rumah itu ternyata benar, selama ini ditinggali oleh Rukayah dan seorang anak perempuannya. Namun sudah sebulan ini Rukayah pergi dan belum kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya betul ini rumah Bu Rukayah. Saya anaknya. Hanya saya tinggal pisah rumah," jelas Agus yang sehari-hari membuka usaha warung kelontong itu.
Agus mengatakan, ibunya sudah sebulan ini tidak pulang ke rumah. Terakhir ibunya hanya berpesan akan mengikuti pengajian di daerah Jawa Timur tanpa menyebutkan nama padepokan atau daerah.
Selama sebulan ini pihak keluarga tak menghiraukannya lantaran Rukayah memang sering bepergian sendiri. Selain itu profesi Rukayah yang seorang tukang jual beli tanah pun membuatnya jarang berada di rumah karena sering bertemu klien di luar.
"Baru seminggu lalu ada telepon katanya Mih (sebutan untuk Rukayah) baik-baik saja. Sehat. Seminggu lagi katanya mau pulang," ucapnya.
Disinggung apakah ibunya pergi ke padepokan Dimas Kanjeng, Agus pun tidak bisa memastikannya. Pasalnya selama ini sang ibu adalah orang yang tertutup. "Yang pasti itu bilangnya ke Jawa mau pengajian, dan itu rutin perginya," katanya.
Agus pun kini harap-harap cemas menunggu kebenaran akan hal tersebut lantaran sudah seminggu pasca-telepon terakhir dari ibunya, kini sudah tidak ada kabar dan teleponnya pun mati. Dia berharap sang ibu dalam kondisi baik dan isu mengenai keberadaannya di Padepokan Dimas Kanjeng tidak benar. (bag/bag)











































