Ogah Ikut 'Perang' Statement di Pilgub DKI, Agus: Menghabiskan Energi

Ogah Ikut 'Perang' Statement di Pilgub DKI, Agus: Menghabiskan Energi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 07 Okt 2016 18:13 WIB
Ogah Ikut Perang Statement di Pilgub DKI, Agus: Menghabiskan Energi
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Pasangan incumbent DKI Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat beberapa kali tampak adu statement dengan pasangan bakal calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Kandidat bakal Cagub DKI Agus Harimurti mengaku tak mau ikut-ikutan terlebih dahulu.

"Pertama masa kampanye baru dimulai 28 Oktober. Artinya itu berdasarkan UU itulah yang akan saya gunakan langsung official untuk menyebarluaskan menyampaikan gagasan visi misi program kerja dan sebagainya," ungkap Agus.

Hal tersebut disampaikannya saat berbincang di redaksi detikcom, Jalan Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2016). Agus mengaku saat ini lebih ingin memanfaatkan waktu untuk mensosialisasikan diri sesuai tahapan KPUD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada akhirnya tentu saya akan lakukan itu. Saya menghindari konflik karena hati saya mengatakan buat apa saya mencari dari kesalahan orang atau terlibat dalam konflik karena menghabiskan energi," ucapnya.

Apalagi menurut Agus, ia berhubungan baik dengan para pasangan calon tersebut. Mantan Danyon 203/Arya Kemuning itu mengaku ingin fokus menyapa masyarakat bersama dengan pasangan cawagubnya, Sylvia Murni.

"Saatnya nanti kita akan langsung ke masyarakat. (Untuk mensosialisasikan) yang saya miliki, mengapa anda harus memahami dan mengapa ada kepentingan Anda untuk memilih saya," kata Agus.

Kehadiran putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu seperti antitesa seorang Ahok yang dikenal keras. Agus dinilai sebagai sosok yang santun dan membumi.

"Insya Allah yang saya tampilkan sehari-hari itu apa adanya saya. Karena saya tidak setuju kalau mengubah karakter yang sudah dibentuk selama puluhan tahun kemudian dibentuk hanya untuk memenuhi permintaan pasar atau permintaan media," terang dia.

"Artinya saya menjadi sesuatu yang artificial, saya di CFD berlari menyapa masyarakat itu juga yang sebetulnya saya biasa lakukan dulu ataupun sebelum saya punya kesibukan di kota lain," imbuh Agus.

Mantan perwira berpangkat Mayor itu memastikan penampilan atau sikap sehari-harinya bukan sebagai sesuatu yang palsu. Agus juga menyatakan ada banyak aspirasi masyarakat yang ia dapati ketika turun menyapa ke lapangan.

"Mereka mengekpresikan banyak hal. Yang paling (saya) senang ya tentu mendoakan 'Pak, semoga sukses'. Tetapi saya tidak ingin hanya disenangi tapi untuk mencari tahu apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyakarat," urainya.

Lantas apa yang paling banyak didapat Agus ketika menyapa warga?

"Mereka ingin kehidupan ekonominya menjadi baik, lingkungan lebih baik, nggak terlalu macet, bisa memiliki akses kesehatan yang lebih baik. Tapi banyak juga yang mereka (mengatakan) 'Pak kami ingin dihargai, ingin diayomi,'. As simpel as that," jawab Agus.

Pernyataan itu tampaknya seperti menyindir Ahok yang beberapa kali beradu mulut dengan warga. Ini terkait dengan kebijakan Ahok yang tidak diterima warga. Tak jarang petahana itu mengeluarkan kata-kata makian.

"(Warga juga bilang) 'kami punya harga diri pak. Kami nggak butuh itu, tidak perlu yang berlebihan-lebihan asalkan kami dihargai sebagai warga masyarakat'. Sebagai human being yang memiliki hak dan kewajiban yang juga untuk memajukan daerahnya. Jadi kadang ada yang begitu juga," cerita Agus.

Seperti diketahui, Ahok beberapa kali memberi pernyataan 'serangan' kepada pasangan Anies-Sandiaga. Ahok sempat terlibat argumen lewat media tentang kebersihan sungai di Jakarta. Kemudian Ahok dan Sandiaga juga 'perang' pernyataan tentang pembuktian harta terbalik. Terakhir Ahok menyerang dengan mengatakan Sandiaga adalah pengemplang pajak karena ikut program Tax Amnesty.



(ear/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads