Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan SpaceX mengakui sampah antariksa itu bagian dari roket Falcon 9 yang diluncurkan pada 14 Agustus 2016 lalu dari stasiun angkatan udara Cape Canaveral di negara bagian Florida, Amerika Serikat.
"Setelah melakukan komunikasi dengan pemiliknya (SpaceX), mereka meminta untuk dikembalikan. Makanya hari ini kami serah terimakan kepada perwakilan SpaceX," kata Thomas di kantor LAPAN, Jalan Djundjunan, Kota Bandung, Jumat (7/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benda yang jatuh itu tingkat dua roket (Falcon 9) yang terlepas saat meluncur menuju orbit satelit," jelas dia.
Ia menjelaskan untuk mengidentifikasi terkait empat bagian itu terbilang mudah. Pasalnya, sambung dia, LAPAN sudah memiliki akses data mengenai sampah-sampah antariksa.
"Dari hasil temuan itu maki tinggal cocokan saja dengan data. Jadi terbilang sederhana," kata dia.
Empat bagian roket Falcon 9 dengan nomer seri 41730 jatuh di Kecamatan Gili Raja dan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur, Senin (26/9/2016). Roket Falcon tersebut diperkirakan melintasi langit Madura sekitar pukul 09.21 WIB pada ketinggian 129 KM. (err/try)











































