Hal itu disampaikan Anas dalam sesi dialog saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Knowledge Forum 2016 di Jakarta. Dalam acara itu para peserta kagum dengan kinerja Anas.
"Kata pendeknya luar biasa, kita sampai engga mampu tepuk tangan. Apa yang bisa bapak kerjakan jauh dari yang dikerjakan oleh Pak Jokowi waktu di sini. Indonesia punya calon pemimpin yang lebih besar lagi ke depannya," kata salah satu peserta seminar, Agus di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat (07/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar pujian tersebut Anas pun tersenyum dan menjawab santai.
"Tidak ada kesuksekan yang bisa tercapai karena diri sendiri. Saya begitu terpilih kan secara politik ada yang tidak dukung saya. Waktu terpilih semua staf saya kumpulkan, yang kerja sesuai visi ayo jalan bareng. Kalau tidak saya persilahkan saja. Saya tidak pernah mecat, ya saya manggil saja ajak ngomong baik-baik," jawab Anas.
Tanggapan lain datang dari peserta bernama Islah. Dia berkata bahwa pemimpin yang bisa mengubah suatu daerah dengan cepat itu identik dengan Ahok, namun dengan cara Ahok yang temperamen.
Islah berkata sama sekali tidak melihat tanda-tanda temperamen dalam diri Anas dan mempertanyakan bagaimana cara Anas bisa mengubah Banyuwangi dalam waktu singkat dan menghadapi para PNS yang terkenal dengan image malas.
"Saya belum tentu bisa hadapi DKI, dan Pak Ahok mampu apalagi di DKI banyak mafia. Kita harus tahu diri kita terbatas," jawab Anas.
"Bedanya sama Jakarta ya mungkin begitu mungkin harus langsung dipecat (pegawainya) karena ya bandel-bandel ya orangnya. Jadi kalau saya cukup beri penjelasan, kalau orang dipermalukan ya engga baik kan," lanjut Anas disambut tawa peserta seminar.
Mendapat banyak dukungan dari warganya, Anas mengaku kuncinya adalah respons cepat dalam mengambil keputusan. Bahkan kini Banyuwangi memiliki dana yang cukup untuk terus membangun sektor salah satunya pariwisata.
"Kalau tidak cepat ambil keputusan ya terlambat, jadi dengan langkah cepat kita bisa dapatkan hasil dan begitu ada hasil ada dukungan dari warga. Sekarang saya tidak perlu lagi cari dana, ya dana datang sendiri. Pusat enggak mau memberi dana ke daerah yang enggak jelas, tapi alhamdulillah Banyuwangi tidak pernah dan sekarang kita maju," tutupnya.
(miq/miq)











































