Mega Diprediksi Tidak Ubah Gaya Kepemimpinan

Mega Diprediksi Tidak Ubah Gaya Kepemimpinan

- detikNews
Jumat, 01 Apr 2005 11:24 WIB
Jakarta - Mega diprediksi tidak akan mengubah gaya kepemimpinannya dalam memimpin DPP PDIP 2005-2010. Dia akan tetap cenderung memimpin secara oligarkhi. Orang-orang yang berseberangan tidak akan diakomodir. Penilaian ini disampaikan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Dr Maswadi Rauf saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (1/4/2005). Maswadi memprediksi gaya kepemimpinan Mega itu setelah mencermati jalannya kongres PDIP dan susunan pengurus PDIP yang baru. Maswadi menilai jalannya kongres PDIP tidak demokratis. "Sejak awal, ada keinginan membungkam calon lain selain Mega. Itu terlihat tingkah peserta kongres PDIP yang tidak senang bila ada orang lain yang mencalonkan. Sementara Mega hanya mendiamkan saja," ungkapnya. Jalannya kongres PDIP ini juga diperparah dengan susunan pengurus DPP PDIP. Maswadi melihat hanya orang-orang dekat Mega saja yang dijadikan pengurus DPP PDIP. Sementara tokoh-tokoh PDIP yang turut membesarkan PDIP dan berseberangan selama ini, tidak dijadikan pengurus DPP. "Jadi ini step Mega pertama. Dia tidak bisa merangkul orang-orang yang berbeda pandangan. Dan langkah selanjutnya, bisa jadi orang-orang berbeda pandangan itu akan dipecat atau direcall. Karena itu, saya melihat ke depan, gaya kepemimpinan Mega tidak berubah. Dia akan cenderung oligarkhi, hanya menggantungkan pada sekelompok orang," ungkapnya. Seperti diketahui, sejumlah tokoh PDIP yang berseberangan tidak dijadikan pengurus DPP oleh Mega. Tokoh-tokoh itu, antara lain, Roy BB Janis, Kwik Kian Gie, dan Laksamana Sukardi. Padahal, tiga orang ini, sejak awal ikut mendirikan PDIP. Pengurus DPP PDIP malah lebih banyak diisi oleh orang-orang yang masih baru, tapi loyal terhadap Mega. Sutradara Ginting dan Tjahjo Kumolo adalah dua pengurus yang dulunya tidak terkait PDIP sejak awal. Sutradara Ginting, pernah di Golkar, kemudian menjadi sekjen Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). Menjelang Pemilu 2004, Sutradara baru pindah ke PDIP. Sementara Tjahjo Kumolo, meski sudah menjadi anggota DPR dari PDIP dalam Pemilu 1999, namun Tjahjo juga dikenal sebagai mantan Ketua Umum AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia), organisasi pemuda onderbow Golkar. Hanya saja, Tjahjo memang dikenal dekat dengan Taufiq Kiemas, suami Megawati. (asy/)


Berita Terkait