Dalam rilis KJRI New York, Jumat (7/10/2016), KJRI New York mengimbau diaspora dan WNI yang bermukim di negara bagian dan kota-kota yang diperkirakan dilalui Topan Matthew agar terus meningkatkan kewaspadaan, memantau ramalan cuaca, dan peringatan-peringatan bahaya yang disampaikan oleh instansi yang berwenang.
Warga yang tinggal di wilayah yang masuk kategori wajib evakuasi agar mematuhi perintah pihak berwenang. Bagi warga yang tidak diwajibkan evakuasi, agar mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti menyiapkan persediaan air dan makanan. Jika terjadi pemadaman listrik maka harus menggunakan generator. Generator harus terletak di luar ruangan atau di ruangan dengan ventilasi serta hindari bepergian hingga keadaan aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir Reuters, empat orang tewas di Republik Dominika dan lebih dari 300 orang lainnya tewas di Haiti.
Kini, topan itu bergerak ke arah Florida, Georgia, South Carolina dan North Carolina. Lebih dari 1,5 juta warga diperintahkan mengungsi dari pantai tenggara AS.
Presiden AS Barack Obama memperingatkan warganya untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk yang dibawa topan Matthew. Obama mengimbau semua warga, khususnya di bagian tenggara AS, untuk mematuhi perintah evakuasi.
Matthew merupakan topan paling ganas di wilayah Karibia sejak Topan Felix melanda pada tahun 2007. Topan ini kini telah mulai bergerak ke wilayah Florida, Amerika Serikat sebagai badai Kategori 4. (nwy/nvc)











































