Agus diusung PD, PAN, PKB, dan PPP di Pilgub DKI. Mundur dari TNI, tampaknya ia akan maju murni sebagai tokoh dari luar partai politik.
"Tidak, belum . Artinya ini murni, maka disebutkan kan Agus bukan kader Demokrat," ungkap Agus saat berkunjung ke kantor redaksi detikcom, Jalan Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto) |
"Yang lain juga bukan kader partainya kan. Artinya ini kan tentu untuk menjadi kader kan butuh proses juga," kata dia.
Agus mengatakan, untuk masuk maupun keluar dari suatu institusi memerlukan waktu yang tidak sebentar. Sama halnya ketika ia mengurus pengunduran dirinya dari TNI.
"Pasca tanggal 23 September (pendaftaran ke KPUD), mungkin saya kok kayak nggak kedengaran ke mana-mana. Itu karena saya menuntaskan proses administrasi saya dari TNI menjadi civilian," sebut Agus.
Agus Harimurti Yudhoyono saat diwawancarai detikcom (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto) |
"Walaupun tentu tidak akan tercabut begitu saja hubungan emosional dengan prajurit-prajurit terutama yang ada di satuan-satuan saya," tambahnya.
Kehati-hatian sudah menjadi ciri Agus. Karakter ini tampaknya menurun dari sang ayah. Bahkan ketika mengabari Agus soal aspirasi empat partai politik yang menginginkannya maju di Pilgub DKI, SBY disebutnya menyampaikan dengan hati-hati.
"Bapak dan ibu sangat kaget mendengar masukan dari parpol. Maka agak berat juga menyampaikan ke sayanya. Khawatir saya kaget kemudian malah tidak merespons dengan baik. Sekali lagi ini sudah menjadi jalan yang harus saya tempuh dan tidak ada jalan lain selain berjuang terus," beber Agus.
Ditanya soal strategi pendekatan kepada warga Jakarta, suami dari Annisa Pohan ini belum mau berbicara banyak. Agus hanya mengatakan ia terus mendengar banyak masukan khususnya dari masyarakat.
"Saya harus buka mata, telinga dan hati lebar-lebar untuk melihat apa yang terjadi sesungguhnya. Karena seeing is believing. Membuka mata dan telinga untuk mendengar segala aspirasi, segala keluhan dan masalah yang mereka hadapi sehari-hari. Terutama mereka yang termarginalkan selama ini," terang dia.
"Dan buka hati tentu kita ingin benar-benar bukan hanya untuk mendengar dan melihat, tapi juga menggunakan hati nurani kita sehingga dengan seperti itu, saya dan Bu Sylvi dapat lebih memahami situasi di Jakarta," imbuh Agus.
Agus Harimurti Yudhoyono saat diwawancarai detikcom (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto) |
Cara-cara seperti itu menurutnya menjadi salah satu fondasi untuk mendekatkan diri dengan rakyat. Serta tentunya juga akan sangat berpengaruh terhadap strategi yang akan dilancarkan Agus-Sylvi bersama tim pemenangan.
"Kami mengusung (tagline) Jakarta untuk rakyat, Jakarta for all. Karena memang ya tidak bisa hanya memihak, hanya memfokuskan energi dan pikiran kita hanya pada satu golongan saja," ucapnya.
Agus Harimurti Yudhoyono saat diwawancarai detikcom (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto) |
Agus menegaskan semua segmen dan kalangan harus sama-sama mendapat porsi perhatian yang sama. Ia juga menyadari dari 3 pasangan cagub-cawagub DKI, masing-masing memiliki kelebihan di tiap segmen.
"Ada yang kuat di sini, ada yang kuat di sana. Tetapi bagi saya dan Bu Sylvi kita akan melakukan berbagai upaya untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Lebih mengenalkan profil kami berdua dan mengenalkan pemikiran kami. Visi dan harapan besar untuk warga DKI," tutup Agus. (ear/hri)











































Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto)
Agus Harimurti Yudhoyono saat diwawancarai detikcom (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto)
Agus Harimurti Yudhoyono saat diwawancarai detikcom (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto)
Agus Harimurti Yudhoyono saat diwawancarai detikcom (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto)